15 Tahun Lumpuh, Jadi Korban Banjir Bandang Belum Tersentuh Bantuan

185
kali tampilan.

LOMBOKita – Inak Kamiludin (65), warga Dusun Penendem,Desa Seyiur,Kecamatan Keruak sudah 15 tahun tahun mengalami penyakit lumpuh.Kemudian ditambah lagi dengan menjadi korban banjir bandang pada bulan November 2017 lalu sampai sekarang belum tersentuh bantuan.


” Saya sudah 15 tahun mengalami sakit lumpuh ditambah lagi dengan korban banjir bandang,tapi bantuanpun tak kunjung datang,” keluh Inak Kamiluddin kepada media ini.

Ia menjelaskan dirinya saat ini hanya bisa tidur di berugak terbuat dari bedek,dengan kurang 2×2 meter tersebut. Sedangkan rumahnya rusak tersapu ganasnya air banjir bandang yang menerjang bersama dengan rumah keluarga dan tetangganya yang lain.

Sementara dari pemerintah provinsi,kabupaten,camat sampai desa sering berkunjung saat sedang hangat-hangatnya musibah banjir bandang tersebut.Bahkan dengan tegasnya akan memberikan bantuan kepada korban gempa,namun apa yang terjadi dirinya sampai saat ini belum mendapatkan bantuan.

” Seringkali petugas datang dengan mengaku dari pemerintah meminta KTP sebagai syarat untuk diberikan bantuan,namun apa yang terjadi bantuanpun tak kunjung datang,”ujarnya sambil meneteskan air matanya.

Selain itu, lanjut,Inak Kamiludin,dirinya mengharapkan uluran tangan dari pemerintah daerah terhadap apa yang dialaminya.Dengan saat ini memiliki keterbatasan dengan tidak sebebas seperti masih sehat bugar bisa kemana-mana.

Namun dengan kondisinya yang lumpuh saat ini, tentunya membutuhkan kursi roda sejak dari dulu.Meski sudah ada yang menjanjikan akan tapi belum terealisasi hanya sekedar janji-janji muluk.

“Kami membutuhkan kursi roda dan meminta agar pemerintah segera memperhatikannya nasipnya yang menjadi korban bencana banjir bersama dengan warga lainnya,”tandasnya.

Keterangan foto : Inak Kamiluddin warga Penendem,Desa Seyiur, kecamatan Keruak penderita lumpuh dan korban bencana banjir bandang.

1 KOMENTAR

  1. Lalu di mana peran pemerintah desa..bukankh dana desa juga bisa dipakai buat rumah tdak layak huni..
    Tdak semestinya hnya mnunggu bantuan dari kabupaten dan provensi..
    Meski alokasi dana DD kecil untuk itu tp paling tdak bisa mmbntu meringankn beban hidup masyarat..

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.