2.000 Personil GP Ansor Disiagakan Menjaga Gedung PBNU

102
kali tampilan.
Ketua umum pimpinan pusat Gerakan Pemuda Anshor Yaqut Cholil Qoumas saat konferensi pers di Kantor Pusat GP Anshor daerah Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

LOMBOKita – GP Ansor akan menyiagakan 2.000 anggotanya di sekitar gedung PBNU dan kantor GP Ansor di Jalan Kramat Raya sehubungan dengan informasi akan adanya aksi massa yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jakarta.

Pimpinan wilayah GP Ansor Jakarta Abdul Azis telah mengirimkan surat pemberitahuan menyiagakan anggota mereka kepada direktorat intelkam Polda Metro Jaya kemarin, Kamis (25/10).

Massa rencananya menggelar “Aksi Bela Kalimat Tauhid” di depan Kantor Kemko Polhukam, mulai pukul 13.00 WIB. Menurut surat pemberitahuan, aksi terkait insiden pembakaran bendara HTI, di Garut, Jawa Barat, itu akan diikuti 1.000 orang.

Aksi dipicu oleh pembakaran bendera HTI pada Hari Santri Nasional 22 Oktober lalu. GP Ansor membakar bendera organisasi yang dinyatakan terlarang tersebut. Namun, pembakaran tersebut berbuntut panjang karena HTI menggunakan kalimat tauhid yang dianggap suci di bendera mereka.

Ansor sendiri mengatakan bahwa pembakaran bendera adalah untuk memuliakan. GP Ansor menilai bendera yang dibakar oleh Banser adalah bendera HTI dan menolak secara tegas bahwa bendera HTI tersebut diidentikkan atau dinyatakan seakan-akan sebagai bendara tauhid milik umat Islam. Ansor telah meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Polri mengatakan siap melaksanakan pengamanan aksi massa di Kementerian Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemko Polhukam), Jakarta Pusat, hari ini. Sebanyak, 7.633 personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.