TKD ASN Dispar Lotim Dipotong Buat Bayar Gaji Honorer Baru

246
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) Aparatur Sipil Negara lingkup Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat diduga dipotong untuk digunakan membayar gaji tenaga honorer. Masing-masing ASN menerima uang TKD antara Rp500 ribu – Rp2,5 juta dan dipotong 10 persen.

Adanya pemotongan itu membuat sejumlah ASN mengeluh, karena dinilai tidak ada regulasi melakukan pemotongan 10 persen untuk membayar gaji honorer.

Kepala Dinas Pariwisata Lotim, H. Mugni saat dikonfirmasi wartawan tak menampik adanya pemotongan TKD bagi ASN di lingkup Dispar Lotim 10 persen.

“Pemotongan itu dilakukan berdasarkan kesepakatan atau hasil musyawarah dengan Sekretaris dan para Kabid di Dinas Pariwisata Lotim, namun itu tidak ada pemaksaan,” ungkapnya.

Namun ternyata ada yang keberatan, sehingga dirinyapun telah sepakat menghentikan pemotongan TKD tersebut, uang hasil pemotongan akan dikembalikan.

Loading...

“Kami tidak jadi melakukan pemotongan dan sudah perintahkan bendahara untuk mengembalikan uang potongan TKD ke masing-masing ASN,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lotim, Eko Rahardi dimintai tanggapannya terkait hal itu menegaskan pemotongan TKD ASN di Dispar Lotim masuk dalam ranah pungli, aparat penegak hukum harus memproses kasus tersebut.

Terlebih ada ASN itu tidak rela dan ikhlas kalau TKD-nya dipotong, karena TKD itu merupakan hak ASN yang harus diberikan secara utuh. ‎

“Apapun alasannya perbuatan pemotongan TKD itu masuk ranah pungli dan pemerasan dengan kena pasal 368 KUHP yang ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” tegasnya.

Eko mengatakan sangat tidak elok kalau alasan pemotongan TKD itu dilakukan untuk membayar gaji tenaga honor yang ada.

“Ini aneh kok berani mengangkat tenaga honor, tapi malah yang bayar gajinya dari hasil pemotongan TKD,” tandasnya.

Sementara hasil serapan dilapangan meski Kadis Pariwisata Lotim telah mencabut kebijakan untuk melakukan pemotongan TKD, akan tapi sampai saat ini uang pemotongan yang telah dilakukan belum dikembalikan ke masing-masing ASN yang dipotong TKD-nya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.