Polisi Endus Peminjaman Dana Umat Baznas Lotim ke LPP STV

1826
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kepolisian Resor Lombok Timur mengendus soal peminjaman dana umat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lotim kepada Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Seleparang Televisi (STV).

Media milik pemerintah Kabupaten Lombok Timur itu dikabarkan meminjam dana Baznas sebesar Rp150 juta sebagai dana operasional rutin kantor.

Peminjaman dana itu pun kini menuai masalah. Sebab, dana umat yang dipinjam itu ditengarai tidak dimasukkan ke rekening perusahaan “plat merah” itu. Namun diduga direalisasikan ke nomor rekening pribadi salah seorang pejabat LPP Selaparang Televisi.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP I Made Yogi Purusa Utama saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Rabu (12/6/2019) tak menampik hal itu.

“Kami sudah mengendus soal peminjaman dana dari Baznas ke LPP STV itu, yang nilainya seratusan juta rupiah,” tegasnya.

Kenurut Yogi, pihaknya mendengar informasi terkait dengan masalah itu, dan akan segera menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti, termasuk akan mengklarifikasi pihak-pihak yang ada sangkut-pautnya dengan masalah itu.

Begitu juga terkait boleh tidaknya dana Baznas yang merupakan hasil pengeluaran zakat, infak dan shadaqoh itu, boleh atau tidak dipinjamkan ke pihak lain, termasuk kepada instansi/lembaga.

Sebab, katanya, dana umat itu disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Yang jadi masalah kenapa dana pinjaman dari Baznas itu masuk ke rekening pribadi, bukan ke rekening perusahaan yang mengajukan pinjaman,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Pengurus Baznas Lotim, HM. Nazri yang didampingi Bendaharanya membenarkan pihak LPP Selaparang Televisi telah melakukan peminjaman uang sebesar Rp150 juta sebagai biaya operasional rutin.

“Memang betul LPP Selaparang Televisi mengajukan permohonan peminjaman uang sebesar Rp150 juta kepada Baznas dengan pengembaliannya selama lima bulan, untuk digunakan biaya operasional,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sebelum memberikan pinjaman, pihaknya terlebih dahulu meminta pihak LPP STV untuk mengajukan proposal atau permohonan kepada Baznas, dan dilakukan survei.

Setelah bertemu pimpinannya, kata Nazri, pimpinan Baznas Lotim memberikan disposisi untuk pencairan dana pinjaman.

Nazri juga mengungkapkan, sempat mempertanyakan mengenai rekomendasi Bupati terkait pinjaman itu, tetapi tidak ada. Namun pihak LPP STV mengatakan sudah ada komunikasi dengan Bupati Lotim terkait dengan masalah tersebut.

“Setelah itu kami berikan cek sebesar Rp150 juta sesuai dengan permohonan pinjaman, dengan ketentuan akan diganti pada anggaran perubahan oleh pihak LPP STV,” ujarnya.

Sementara saat ditanya wartawan mengenai masalah uang pinjaman itu masuk ke rekening LPP STV ataukah rekening pribadi, Nazri mengaku tidak tahu menahu masalah tersebut, karena Baznas hanya memberikan pinjaman dalam bentuk cek.

“Tidak tahu kalau uang itu masuk ke rekening LPP STV ataukah rekening pribadi, karena tidak ikut campur terlalu jauh,” tandasnya.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.