AHY Nyetir Sendiri Bawa Bantuan Pengungsi Gunung Agung

Kader Demokrat memberikan bantuan bagi korban banjir akibat siklon tropis Cempaka di Pacitan dan DI Yogyakarta, Wonogiri, dan Ponorogo, sejak Selasa (28/11) malam. (Foto: Demokrat Pacitan)

LOMBOKita – Yayasan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY Foundation) membantu kebutuhan logistik para pengungsi Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung, Bali.

“Hari ini (Selasa) kami mengunjungi tiga posko pengungsian untuk memberikan bantuan selimut, bantal, bahan makanan, dan masker,” kata Pendiri AHY Foundation, Agus Harimurti Yudhoyono saat memberikan bantuan di Posko Pengungsian GOR Swecapura, Kabupaten Klungkung, Bali, Selasa.

Ia mengharapkan dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban para pengungsi dan bantuan AHY Foundation dan bekerjasama dengan komponen donatur lainya ini dapat bermanfaat untuk masyarakat pengungsi setempat.

Selain mengunjungi Posko Pengungsi GOR Swecapura, Klungkung, lanjut Agung, AHY Foundation juga memberikan bantuan logistik di Posko UPT Dinas Pertanian dan Holtikultura di Desa Rendang dan Posko Pengungsian Desa Tengenan, Karangasem.

“Saya sangat prihatin melihat kondisi pengungsi di UPT Dinas Pertanian dan Holtikultura di Desa Rendang yang sudah mengungsi selama 2,5 bulan di daerah itu,” ujar Agus yang Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute itu.

Pihaknya mengapresiasi upaya tanggap darurat dan segala yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, BNPB dan semua komunitas yang sukarela yang turut berperan aktif membantu meringankan beban warga pengungsi.

“Mudah-mudahan dengan kedatangan AHY Foundation ini dapat membangkitkan semangat dan harapan untuk para kaum lansia, ibu-ibu dan anak-anak selama di pengungsian,” ujar Agus Harimukti yang menguku AHY Foundation ini didirikan Agustus 2017.

Ia mengatakan, dalam beberapa terakhir ini melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi banjir, tanah longsor dan angin puting beliung seperti di Pacitan (Jatim) dan Wonogiri (Jawa Tengah) maupun ke Gunung Kidul dan Bantul (D.I. Yogyakarta).

“Setelah itu saya langsung ke Bali setelah rehat dua hari dari kunjungan itu. Misi kemanusiaan ini kami lakukan sepenuh hati dengan cara menyetir mobil sendiri untuk menikmati sepanjang perjalanan di Pulau Bali untuk melihat secara langsung kondisi pengungsian,” ujarnya.

“Bali memiliki arti tersediri bagi saya dan saya menyetir mobil ini untuk bernostalgia di Bali sambil menyusuri jalan dari Ubud menuju Kabupaten Karangasem dan menyapa masyarakat.

Ia mengharap, kondisi pengungsian membaik dan menurut Gubernur Bali Made Mangku Pastika dari semua sudut keilmuan dan teknologi yang digali PVMBG aktivitas Gunung Agung masih belum stabil.

“Melihat kondisi ini, saya berharap pengungsi tetap bersabar dan menunggu kepastian bagaimana perkembangan aktivitas Gunung Agung melalui analisis keilmuan dan teknologi yang dimiliki untuk mengetahui segala aktivitas Gunung Agung,” ujarnya.

Komentar Anda