Alasan Potong Pajak, Honor PPS Diduga “Disunat”

203
kali tampilan.

LOMBOKita – Para Panitia Pemungutan Suara (PPS) mempertanyakan kepada pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur adanya dugaan  pemotongan honor Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Pemotongan pajak itu dengan alasan pungutan pajak, namun dalam pemotongan itu dilakukan rata dengan PPS yang sudah memiliki NPWP dan tidak.

“Kita patut pertanyaan ini agar menjadi jelas,” kata para PPS yang enggan di mediakan namanya.

Selain itu, lanjut para PPS, sebelumnya KPU Lotim telah menjelaskan agar kepada semua PPS yang memiliki NPWP untuk menyerahkan foto copynya. Karena ini menyangkut mengenai masalah pajak dan PPH honor.

Bagi yang memiliki NWPW dipotong lima persen, sedangkan yang tidak memiliki dipotong enam persen. Namun dalam realisasinya di lapangan justru yang memiliki NPWP dan tidak dipotong rata.

“Kalau memang dipotong rata, kenapa dulu disuruhkan serahkan NPWP, sehingga ini menjadi pertanyaan,” ujar para PPS sembari mengatakan kami sering menanyakan ke PPK kenapa kebijakan seperti ini, tapi PPK menjawab sudah kebijakan dari KPU.

Sementara Sekretaris PPK Jerowaru, M. Sar’i membenarkan adanya pemotongan honor PPS sebesar enam persen untuk pajak dan PPH.

Hal itu, katanya, menjalankan perintah dari KPU Lotim, karena langsung dilakukan pemotongan oleh KPU saat mengambil honor PPS tersebut.

Kemudian sebelumnya kalau tidak salah pihak KPU Lotim pernah menyampaikan agar semua PPS untuk mengumpulkan NPWP. Karena kalau yang memiliki NPWP tentu akan dikenakan pajak dan PPH lima persen,sedangkan tidak enam persen.‎

” Memang betul ada pemotongan honor PPS untuk pajak dan pph, baik yang miliki NPWP dengan tidak dipotong rata,dimana pemotongan langsung dilakukan KPU,” kata Sar’i

Ketua KPU Lotim, M.Saleh saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui dan tidak tahu menahu masalah uang. Karena semuanya yang mengurus ada di Sekretariat KPU dan Bagian Keuangan.

” Saya tidak pernah mengurus uang, apalagi mengenai masalah dugaan pemotongan honor PPS,” kata Saleh singkat.