Bupati Lotim Dapat Wasiat Jaga Tampah Boleq, Wabup Malah Bela Perusahaan

597
kali tampilan.

LOMBOKita – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) Lombok Timur menuntut Bupati HM. Sukiman Azmy segera mengembalikan lahan Tampah Boleq atau tanah ulayat yang saat ini dikuasai investor untuk menjadi milik umum, bukan malah milik perorangan.

Terlebih, lahan yang berada di pesisir pantai Kaliantan Kecamatan Jerowaru itu setiap tahun dijadikan sebagai lokasi kegiatan festival Bau Nyale oleh masyarakat.

“Kami menuntut Bupati untuk segera mengembalikan lahan Tampah Boleq seperti semula, sebagaimana wasiat dari Almagfurlahu TGH. Sibawaihi Mutawalli. Lahan Tampah Boleq itu merupakan tanah ulayat bukan tanah milik perusahaan dan perorangan,” tegas Ketua AMAN Lotim, Sayadi saat melakukan aksi di simpang tiga Desa Sepapan Jerowaru, Sabtu (19/1/2019).

Loading...

Sayadi yang juga Ketua ALARM Lotim mengatakan, pihaknya akan melawan untuk mengembalikan lahan yang dikuasai investor itu untuk tetap menjadi tanah ulayat. Karena merupakan hak adat yang harus dijaga sesuai dengan amanat Almagfurlahu TGH. Sibawaihi Mutawalli.

“Bagaimana masyarakat akan melaksanakan kegiatan festival adat Bau Nyale di Tampah Boleq, karena lahan itu sudah dipagar oleh investor,” tandas Sayadi.

Sebelumnya, Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy mengaku mendapatkan wasiat dari Almagfurlahu TGH. Sibawaihi Mutawalli mengenai Tampah Boleq di kawasan pantai Kaliantan untuk dijaga dan dipelihara keberadannya.

“Saya mendapatkan wasiat dari Almagfurlahu Tuan Guru untuk menjaga Tampah Boleq itu sebagai tanah ulayat atau tanah adat,” tegas Sukiman Azmy kepada wartawan di pendopo Bupati Lotim.

Ia mengatakan, Tampah Boleq memang tanah ulayat sebagaimana yang dituturkan Almagfurlahu Tuan Guru H. Sibawaihi pada masa hayat beliau. Namun kemudian timbul permasalahan saat ini, tanah itu diklaim sebagai milik perusahaan.

Lalu, siapakah yang menjual tanah ulayat itu?, membuat sporadik sampai keluarnya sertifikat di lahan tersebut. “Kami akan dalami siapa yang menjual sampai munculnya sertifikat dilahan tampah boleq yang merupakan tanah ulayat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Bupati meminta kepada PT Temada Pumas Abadi yang berencana melakukan pembangunan di lokasi tersebut untuk colling down terlebih dahulu, bahkan meminta untuk mencabut pagar yang ada saat ini.

“Kami minta PT Temada untuk colling down terlebih dahulu demi menjaga kondusitifitas yang ada,dengan tidak melakukan aktivitas.” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Rumaksi SJ di sela-sela kegiatan peletakan batu pertama pembangunan layang-layang resort milik PT Temada Pumas Abadi di Tampah Boleq menegaskan, perusahaan tidak bersalah dalam masalah ini. Karena telah membeli lahan dan memiliki sertifikat.

“Dalam persoalan ini perusahan tidak salah, karena telah membeli dan memiliki sertifikat,” tegasnya.

Namun begitu, lanjutnya, justru yang harus diusut adalah siapa yang menjual lahan tersebut sehingga bisa diterbitkan sertifikat.

“Silakan tuntut yang menjual lahan Tampah Boleq tersebut, termasuk BPN yang mengeluarkan sertifikat atas lahan yang menjadi polemik saat ini,” ujar Rumaksi.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.