AMAN dan ALARM Anggap Wabup Lotim “Selingkuh” dengan Temada

1115
kali tampilan.

LOMBOKita – Pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) Lombok Timur menganggap dan patut menduga Wakil Bupati Lotim, H.Rumaksi SJ berselingkuh dengan pihak PT Temada Pumas Abadi. Pasalnya Wakil Bupati datang menghadiri ground breaking peletakan batu pertama pembangunan layang-layang resort yang dilakukan PT Temada di lahan tampah boleq Kaliantan, Desa Srewe, Kecamatan Jerowaru, Sabtu (19/1).

Pernyataan itu disampaikan saat menggelar aksi mimbar bebas di simpang tiga Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru. Dengan menuntut menolak pembangunan yang dilakukan PT Temada di tampah boleq dan meminta Bupati Lotim untuk segera mengembalikan lahan tampah boleq yang dikuasi investor saat ini kembali menjadi tanah ulayat.

” Kami patut menduga kalau Wakil Bupati berselingkuh dengan pihak perusahaan PT Temada, karena buktinya menghadiri kegiatan yang dilakukan perusahaan tersebut,sedangkan Bupati sendiri tidak mau hadir,” kata Sekretaris ALARM,Arsa Ali Umar dalam orasinya.

Pada kesempatan itu, Arsa menilai dengan kehadiran Wakil Bupati Lotim pada kegiatan PT Temada tersebut, tentunya menjadi catatan hitam bagi kami kedepannya terhadap wakil Bupati tersebut. Dan ini akan kami pertanyakan nantinya pada saat hearing atau aksi yang akan kami lakukan di kantor Bupati Lotim Rabu mendatang.

Loading...

Begitu juga dengan kedatangan Wabup tersebut, tentunya kami akan lawan nantinya,bahkan kami akan pertanyakan kenapa sampai datang, sedangkan Bupati saja yang mendapatkan undangan tidak mau menghadiri kegiatan PT Temada tersebut.

” Dengan kedatangan Kami akan tunjuk Wabup nantinya atas kehadiriannya di kegiatan PT Temada itu, padahal Bupati tidak mau menghadiri kegiatan itu meski memiliki undangan,” teriak Arsa Ali Umar lagi dalam orasinya.

Hal yang sama dikatakan Ketua PD AMAN Lotim, Sayadi dalam orasinya kalau Wakil Bupati Lotim tidak memihak kepada masyarakat, dengan berani datang menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan layang-layang resort yang dilakukan pihak PT Temada Pumas Abadi saat ini.

Sehingga tentunya dianggap mencederai hati kami yang saat ini tengah semangat-semangatnya memperjuangkan tampah boleq tetap menjadi tanah ulayat. Dengan tidak membiarkan para investor menguasai lahan tersebut seperti yang kami saksikan saat ini.

” Masak bupati tidak mau hadir dalam kegiatan PT Temada, kok Wakil Bupati malah hadir, maka ini akan menjadi catatan kami kedepannya terhadap Wabup Lotim,” teriak Sayadi dalam orasinya.

” Kami tidak menolak investor maupun para pengusaha, akan tapi tidak di tampah boleq, karena merupakan tanah adat,” tegasnya lagi.

Sementara ditempat terpisah Wakil Bupati Lotim,H.Rumaksi SJ kepada wartawan menegaskan dirinya diamanatkan oleh Bupati untuk menghadiri kegiatan ground breaking PT Temada tersebut. Bukan karena kemauan dirinya sebagai Wakil Bupati Lotim.

” Saya hadir di PT Temada karena diperintahkan dan amanat datang oleh Bupati Lotim, bukan atasnama kemauan diri sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut,Rumaksi menjelaskan, Malam kamis dirinya bertemu dengan Bupati,dengan mengatakan pertemuan serius yang disaksikan beberapa orang dan hanya Alloh yang ada. Dengan Bupati meminta untuk menunda ground breaking. Bahkan semengatakan kalau tampah Boleq adalah tanah ulayat.

Maka karena yang bicara Bupati masyarakat percaya, akan tapi bisa saja pimpinan itu keliru kalau mendapatkan informasi tidak benar. Sehingga kalau informasinya benar dan cukup maka bupati tidak mengatakan itu.

” Salah satu contoh saat mengadakan pertemuan serius berdua dengan Bupati, dengan disaksikan beberapa orang, hanya alloh yang tahu, dengan menyampaikan kalau PT Temada ini harus memperbaharui ijinya, karena enam bulan tidak melakukan aktivitas batal demi hukum,” kata Rumaksi..

Begitu sangat sederhananya, kata Wabup Lotim, akan tapi PT Temada merupakan PMA (Perusahan Modal Asing), maka ijin tidak lagi dikeluarkan oleh pemerintah daerah dicabut. Akan tapi pusat yang mengeluarkan.

Maka Bupati memanggil saya sebutan kakanda , maka Bupati meminta saya untuk hadir, bukan atas maunya wakil bupati, akan tapi saya diamanatkan oleh Bupati untuk menghadiri groud breaking tersebut.

” Jangan rekan-rekan mengatakan Bupati dan Wakil Bupati pecah kongsi, terlalu prematur mengambil suatu kesimpulan, karena seandainya kami tidak datang apa kata pemerintah pusat,karena pemerintah daerah tidak mentaati aturan perundangan yang ada,” tegas Rumaksi.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.