Amerika Heboh, Kiamat Diramalkan Akhir Pekan Ini

15046
kali tampilan.

Hoax Belaka

Tetapi ramalan soal ini sudah dibantah dan disebut hoax oleh badan antariksa Amerika Serikat (NASA) sejak jauh-jauh hari. Menurut NASA ramalan tentang hari kiamat dan Planet Nibiru pertama kali muncul pada Mei 2003. Kemudian digeser menjadi 21 Desember 2012, mengikuti ramalan kiamat dalam kalender purba peradaban Maya.

Astronom senior NASA, David Morrison, sebenarnya sudah memberikan penjelasan sederhana untuk membantah ramalan-ramalan kiamat itu. Ia mengatakan jika ada planet besar yang akan menghantam Bumi, maka para astronom pasti sudah melihatnya.

“Ia akan sangat terang sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang. Kita semua bisa melihatnya,” kata Morrison dalam video yang diunggah NASA ke YouTube pada Mei 2012 silam.

“Jika Nibiru memang ada dan berukuran besar, maka ia pasti sudah mengganggu orbit Mars dan Bumi. Kita akan menyaksikan orbit kedua planet itu berubah jika ada objek besar masuk dalam tata surya kita,” imbuh dia.

Jika Nibiru bukan planet tetapi bintang kerdil, seperti yang dipercaya sebagian pendukung teori konspirasi, maka manusia di Bumi sudah bisa melihatnya dan dampaknya sudah terasa dari jauh hari. Gaya gravitasinya yang kuat pasti sudah memporak-porandakan tata surya kita.

“Dampaknya akan lebih buruk jika itu adalah bintang kerdil. Para astronom pasti sudah mendeteksinya satu dekade lalu dan ia pasti sudah mempengaruhi planet-planet (dalam tata surya kita),” ujar Morrison.

Selain NASA, para pakar Alkitab juga membantah ramalan Meade. Ed Stetzer, seorang pendeta dan pakar Alkitab di AS, mengecam teori Meade itu dan menyayangkan media seperti Fox News telah menerbitkan kabar yang menurutnya tak berdasar itu.

“Tak ada itu yang disebut sebagai numerolog Kristen,” kata dia kepada The Washington Post, “Ia hanya pakar palsu di bidang keilmuan yang dikarang-karang dan berbicara soal peristiwa yang bukan-bukan.”

“Ia tak seharusnya diliput oleh media, termasuk oleh Fox News,” tulis Stetzer pada media Christianity Today.

Stetzer juga menegaskan bahwa ramalan kiamat seperti yang diutarakan Meade merupakan “berita palsu yang masih banyak dipercaya oleh umat Kristen di dunia.”

“Tetapi ini bisa menjadi pengingat bahwa kita harus terus kritis menanggapi semua berita di media,” tutup dia.