Ilustrasi tanaman bawang

LOMBOKita – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapatkan anggaran sebesar Rp3,4 miliar dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan penanaman bawang merah di lahan seluas 85 hektare pada 2018.

“Anggaran untuk penanaman bawang merah tersebut merupakan bagian dari program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Hortikultura, Kementan.” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Husnul Fauzi, di Mataram, Jumat.

Ia menyebutkan program penanaman bawang merah seluas 85 hektare tersebar di Kabupaten Lombok Utara, seluas 20 hektare, Sumbawa Barat 20 hektare, Dompu 25 hektare, dan Kota Mataram 20 hektare.

Penentuan lokasi tanam berdasarkan usulan dari kabupaten/kota yang direkomendasikan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, dan disetujui oleh Kementan.

Husnul menambahkan ada juga kabupaten lain yang melaksanakan program pengembangan dan perluasan lahan tanam bawang merah, yakni Kabupaten Lombok Timur, dan Sumbawa. Namun anggarannya langsung ditransfer ke daerah masing-masing karena memiliki satuan kerja tersendiri.

“Dengan adanya perluasan areal tanam hampir di seluruh kabupaten/kota, kita berharap ada peningkatan produksi sehingga NTB tetap mempertahankan status sebagai sentra bawang merah nasional,” ujarnya.

Menurut dia, program penanaman bawang merah tersebut melibatkan kelompok tani di masing-masing kabupaten/kota. Pihaknya sudah melakukan verifikasi terhadap calon petani dan calon lahan (CPCL).

Namun pelaksanaan program tersebut dilakukan oleh pihak ketiga yang diseleksi melalui proses lelang proyek.

“Proses lelang sudah berjalan. Mudahan tidak ada kendala sehingga program bisa dilaksanakan sesuai perencanaan,” kata Husnul.

Saat ini, NTB berada di posisi keempat dari 10 besar daerah penghasil bawang merah. Penghasil bawang merah terbesar adalah Kabupaten Bima yang terdiri atas 18 kecamatan, namun 13 kecamatan sebagai sentra produksi.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Bima, potensi lahan yang dapat dipergunakan untuk pengembangan bawang merah terdiri atas lahan sawah dan lahan kering seluas 12.644 hektare dengan potensi hasil produksi 98.000-130.000 ton per tahun.

Namun yang sudah termanfaatkan seluas 5.311 hektare dengan hasil produksi mencapai 63.732 ton per tahun atau sekitar 50 persen dari potensi yang ada.