ARAK Lotim Turun Ke Jalan Soal SPPD Fiktif DPRD 

250
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Puluhan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Lombok Timur turun ke jalan melakukan aksi terkait dengan masalah dugaan SPPD Fiktif belasan anggota DPRD Lotim, Jumat (24/5).  Dengan menuntut agar aparat penegak hukum serius dalam menangani kasus tersebut, dengan menggeret belasan oknum DPRD Lotim yang terlibat dalam kasus tersebut untuk ditindak tegas.

Aksi dimulai dari simpang empat BRI Cabang Selong. Dengan melakukan orasi dan menyampaikan aspirasinya sambil membawa berbagai famplet dan selebaran yang dibagikan kepada para pengguna jalan.

” Kami turun aksi aksi ini agar semua masyarakat Lotim mengetahuinya mengenai adanya perbuatan belasan oknum anggota DPRD Lotim yang melakukan perbuatan melawan hukum dengan dugaan kasus SPPD fiktif. Sehingga permasalahan ini harus harus dituntaskan apalagi kasusnya sudah diproses tahun 2018,” teriak koordinator Aksi, Iman Fahlepi dalam orasinya.

Selain itu, massa aksi juga menegaskan pihaknya terpaksa melakukan aksi ini karena terjadi korupsi berjamaah di DPRD Lotim. Terutama dalam kasus dugaan SPPD Fiktif. Dengan kasusnya sudah lama, sehingga ARAK Lotim menuntut  aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi dalam SPPD fiktif dewan tersebut.

Begitu kasusnya pada pertengahan tahun 2018, dimana anggota DPRD Lotim diperintahkan oleh negara untuk melakukan diklat ke Jakarta. Akan tapi dalam kenyataan dilapangan banyak yang tidak menjalankan amanah dan tanggungjawabnya selaku anggota DPRD Lotim. Dengan tidak berangkat Diklat tapi uangng perjalanan dinasnya diambil. Sehingga ini tentunya dampaknya nol besar terhadap lembaga dewan akibat prilaku tersebut.‎

Loading...

” Kami memberikan warning kepada pihak Polres Lotim untuk menuntaskan kasus SPPD Fiktif tersebut,termasuk menggeret belasan oknum anggota dewan yang terlibat tersebut ke penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” teriak Orator aksi lagi, Andra Ashadi dalam orasinya.

” Kami juga mengutuk pernyataan pimpinan dewan yang celu cele terkait komitmennya untuk menyelesaikan dan mendorong proses hukum dugaan korupsi SPPD fiktif anggota DPRD Lotim,” tukasnya.

Kemudian setelah puas melakukan aksi di simpang empat BRI Selong, lalu massa aksi melakukan long mach ke Polres Lotim untuk menyampaikan orasinya. Sesampainya di Polres Lotim, massa aksi sudah ditunggu Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP I Made Yogi Purusa Utama, SE, SIK bersama Kanit Tipikor,AIPDA Tony, dengan perwakilan massa aksi dipersilahkan masuk.

Kasat Reskrim dalam penjelasan dihadapan perwakilan massa aksi memberikan penjelasan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap anggota DPRD Lotim, Almarhum Setwan dan Bendahara Setwan DPRD Lotim dalam kasus dugaan SPPD fiktif tersebut.

Kemudian mengambil kesimpulan setelah melakukan gelar perkasa terhadap kasus tersebut yang dikuatkan dengan fakta-fakta dan hasil pemeriksaan tidak ditemukan keuangan negara yang dirugikan dengan dikuatkan dokumen pendukung yang ada. Karena semuanya melakukan perjalanan dinas.

” Kesimpulan dalam gelar perkara yang kami lakukan tidak ditemukan hasil kerugian negara dalam kasus tersebut,” tegasnya.

Namun begitu, lanjut Yogi,meminta kepada kepada massa aksi untuk memberikan dokumen lainnya kalau memang ada bukti lainnya,sehingga tentunya akan menjadi dasar untuk melanjutkan masalah kasus SPPD fiktif DPRD Lotim.

” Silahkan kepada teman-teman massa aksi kalau ada dokumen atau bukti baru yang dimiliki serahkan kepada kami untuk menjadi dasar lagi agar kasusnya kami lanjutkan lagi,” kata Mantan Kasat Reskrim Polres Loteng ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.