Bupati Lotim Diminta Tidak Zolimi Honorer Daerah dan Pejabat Nonjob

200
kali tampilan.

LOMBOKita – Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy diminta untuk mengembalikan para pejabat yang dinonjobkan dari jabatannya, untuk difungsikan lagi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Begitu juga halnya dengan keberadaan ribuan tenaga honda di Lotim harus diberikan keadilan yang seadil-adilnya sebagaimana janji Bupati Lotim, bukan malah menzolimi tenaga honda yang lama dengan memprioritaskan tenaga honda yang baru.

“ Bupati  harus kembali memnfungsikan para mantan pejabat yang dinonjobkan dan ribuan tenaga honda harus diberikan keadilan,” tegas Ketua Koalisi Pengusung dan Pendukung Bupati Lombok Timur, HM.Sukiman Azmy dan Wakil Bupati Lotim, H.Rumaksi SJ dalam Pilkada 2018,M. As’atul Anwar kepada wartawan di Selong, Sabtu (13/4).

Menurut Ketua DPD PKPI Lotim, dirinya melihat dengan banyaknya pejabat yang dinonjobkan oleh Bupati Lotim, baik dari eselon II, III dan IV tentunya sangat memprihatinkan sekali. Sedangkan pada satu sisi para mantan pejabat yang dinonjobkan itu memiliki kemampuan dan ketrampilan birokrasi yang tidak bisa diragukan lagi.

Maka tentunya sangat disayangkan sekali, apalagi tidak dimanfaatkan oleh Bupati Lotim dan Wakil Bupati Lotim dengan sebaik-baiknya dalam membantu menjalankan program pemerintahan di Lotim. “ Sayang sekali kalau para mantan pejabat yang dinonjobkan itu tidak dimanfaatkan, sehingga yang dirugikan adalah pemerintah Lotim,”ujarnya.

Loading...

As’atul Anwar yang juga Caleg DPRD Prov NTB Dapil III Lotim nomor urut 1 dari PKPI ini meminta kepada Bupati Lotim untuk tidak terlalu mendengarkan bisikan-bisikan dari oknum-oknum yang mengaku sebagai timses. Kalau hanya tujuan untuk mencari jabatan atau posisi penting yang membuat Bupati Lotim menjadi pusing.

Karena saat ini sudah tidak ada lagi namanya timses Sukiman Azmy-H.Rumaksi SJ (Sukma).Setelah Bupati dan wakil Bupati Lotim dilantik untuk mengemban amanah dan menjalankan pemerintahan di Lotim lima tahun kedepan. Sehingga yang ada saat ini adalah masyarakat Lotim.

“ Kalau masih ada menyebut Timses Sukma itu sama artinya menjaga jarak antara masyarakat Lotim dengan Bupati dan Wakil Bupati Lotim, karena sejatinya timses itu sudah bubar begitu Bupati dan Wakilnya dilantik,” tandasnya.

Pada kesempatan itu juga Ketua Koalisi Parpol Pengusung dan Pendukung Sukma meminta kepada Bupati Lotim untuk memperhatikan keberadaan ribuan para tenaga honda di Lotim yang masih belum mendapatkan keadilan. Sehingga ini tentunya menjadi perhatian kami dari parpol koalisi untuk menyikapi persoalan ini.

Sehingga nantinya jangan ada diantara para tenaga honda tersebut merasa dizolimi dari kebijakan pemerintah daerah Lotim. Melainkan hendaknya mengedepankan azas yang berkeadilan sebagaimana yang diinginkan ribuan tenaga honda di Lotim.

“ Harusnya Bupati memprioritaskan tenaga honda lebih dahulu ketimbang yang baru masuk,terutama kesejahteraan mereka ditingkatkan,” tandasnya.

 

 

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.