Ilustrasi gempa bumi

LOMBOKita – Gempa Bumi berkekuatan 4,1 skala Richter mengguncang Bali dan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu pukul 10.06 WITA, namun tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa pusat gempa bumi terletak pada kordinat 8,92 drajat lintang selatan dan 116,02 drajat bujur timur.

“Tepatnya pada jarak 32 kilometer arah barat daya Kabupaten Lombok Barat (NTB), pada kedalaman 89 km,” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto.

Ia mengatakan dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan lemah dirasakan di wilayah Kota Mataram (NTB) dalam skala intensitas I skala intensitas gempa (SIG) BMKG, atau I-II “Modified mercalli intensity” (MMI).

Getaran lemah juga dirasakan di Karangasem (Bali). Guncangan dirasakan dalam skala intensitas II SIG (II-III MMI).

“Di daerah itu guncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang,” kata Agus.

Lebih lanjut, Agus mengatakan jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia.

Hingga pukul 11.16 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kami mengimbau masyarakat di wilayah Bali dan Lombok, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Agus.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 3,8 pada skala Richter mengguncang Bali dan Pulau Lombok (NTB), pada 23 Februari 2018, namun tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,73 drajat lintang selatan dan 115,52 drajat bujur timur. Tepatnya pada jarak 2 kilometer arah barat Klungkung (Bali), pada kedalaman 101 kilometer.