Bandara Lombok Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Agung

210
kali tampilan.
General Manager Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport, I Gusti Ngurah Ardita
Loading...

LOMBOKita – Perseroan Terbatas Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi dampak yang ditimbulkan jika terjadi letusan Gunung Agung di Bali.

“Kami sudah lakukan persiapan mana kala itu terjadi. Tapi kami berharap itu tidak terjadi,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok I Gusti Ngurah Ardita, di Mataram, Sabtu.

Setiap ada bencana, kata dia, pengelola bandara sudah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam melakukan penanganan dampak terhadap keselamatan penerbangan.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait dengan kondisi alam yang bisa membahayakan keselamatan penerbangan.

Ardita juga mengaku terus memantau kondisi terkini Gunung Agung yang statusnya sudah dinaikkan menjadi level IV (awas).

Loading...

“Tapi hingga saat ini belum ada pembatalan penerbangan, masih tetap normal dan bandara juga tetap buka,” ujarnya.

Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok juga sudah mengundang para pihak terkait untuk membahas rencana penanggulangan bahaya erupsi Gunung Agung dan sosialisasi dokumen rencana manajemen penanggulangan bencana di bandara.

Pihak yang diundang adalah Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Cabang Lombok, Ketua Airlines Operator Committee (AOC), Pimpinan PT Pertamina Aviation DPPU Bandara Internasional Lombok.

Selain itu, Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok, Station Manager PT Garuda Indonesia, Station Manager PT Citilink Indonesia, Station Manager PT Lion Air Mentari, Station Manager PT Silk Air PTE LTD.

Angkasa Pura juga mengundang Pimpinan PT Gapura Angkasa, Pimpinan PT Pratitha Tititan Nusantara, Ketua Kokapura, Pimpinan PT Garuda Maintenance Facility dan Kepala Kesatuan Pelaksana Pengawasan Pelabuhan Udara (KP3U) Bandara Internasional Lombok.

“Kami akan mengadakan rapat pada Senin (25/9). Nanti dalam pertemuan tersebut akan dibahas upaya penanganan seperti apa dan bagaimana peran dari masing-masing pihak,” kata Ardita.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meningkatkan status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, dari level III (siaga) menjadi level IV (awas), pada Jumat (22/9) malam.

Dengan peningkatan status itu maka wilayah steril yang semula radius enam kilometer dari puncak gunung diperluas menjadi sembilan kilometer, serta ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah utara, timur laut, tenggara, dan selatan-baratdaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.