Bang Zul jadi Rebutan Pedagang Pasar Plampang

114
kali tampilan.
Bang Zul saat berkunjung ke pasar Plampang, Sumbawa
Loading...

LOMBOKita – Kehadiran Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah membuat heboh para pedagang di Pasar Plampang, Rabu (28/2/2018). Para pedagang dari berbagai suku langsung berebutan menyalami dan foto bersama dengan calon gubernur satu-satunya dari Pulau Sumbawa itu.

Antusias para pedagang dan pengunjung pasar tersebut merasa riang karena baru pertamakali didatangi langsung calon gubernur yang akan berlaga pada 27 Juni 2018 mendatang.

Selama ini para pedagang dan pengunjung pasar mengaku hanya melihat Bang Zul (sapaan Cagub Nomor 3) ini dari pajangan kalender dan baliho. Apalagi dari empat pasangan calon, hanya Cagub yang didukung Partai Demokrat dan PKS ini yang didampingi seorang wanita anggun berjilbab hijau, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang kebetulan kakak kandung Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi.

Selain menyapa para pedagang, Bang Zul didampingi Ketua Relawan Zul—Rohmi, Sambirang Ahmadi, Ketua Sahabat Rengga Edy “Rio” Mochtar, para Relawan Jilbab Hijau dan tim sukses lainnya, secara tak terduga bertemu Ny. Ming—teman sekelasnya ketika mengenyam pendidikan di SMP Negeri 1 Sumbawa puluhan tahun lalu. Keduanya sempat bercengkrama dan sedikit larut pada nostalgia masa silam. Ny Ming adalah pengusaha yang juga adik kandung Arifin (Boss Ipin) Ketua DPC Perindo Sumbawa.

Selepas dari Pasar Plampang, Bang Zul menyambangi masyarakat di sejumlah desa wilayah kecamatan bagian timur Sumbawa ini. Seperti Sepayung, Sepakat, Selanteh dan beberapa desa dan dusun lainnya yang diakhiri di Labuan Jontal Desa Teluk Santong.

Loading...

Sebelumnya Bang Zul sempat bertatap muka di Posko Pemenangan Zul-Rohmi, Desa Muer. Kedatangan Doktor Zul pada Selasa malam itu sedikit terlambat karena menjelang larut malam dari jadwal seharusnya pukul 20.00 Wita. Keterlambatan ini tidak disengaja, sebab pagi harinya menghadiri Rakercab Demokrat Sumbawa lalu diskusi dengan Persatuan Guru PAUD, lanjut ke Kabupaten Sumbawa Barat juga menghadiri Rakercab Demokrat di daerah setempat. Dari Taliwang KSB tanpa jeda, Doktor Zul langsung meluncur ke Kecamatan Plampang.

Meski demikian masyarakat setempat dengan sabar menunggu kehadiran orang yang akan diperjuangkan menjadi Gubernur NTB Periode 2018—2023 ini. Berbagai aspirasi yang disampaikan warga, namun paling dominan masalah pertanian. Misalnya embung, pupuk, dan harga gabah. Warga juga berharap dapat menyambangi mereka ketika ditakdirkan menjadi Gubernur mendatang. Warga pun bertekad untuk berjuang bersama memenangkan Zul-Rohmi. Menurut mereka, kesempatan orang Sumbawa menjadi Gubernur NTB tidak datang dua kali. Apalagi Doktor Zul adalah calon Gubernur NTB pilihan Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi (gubernur NTB saat ini).

Dalam kesempatan itu, Cagub Zulkieflimansyah mengatakan, bahwa menyapa dan bersilaturrahim dengan masyarakat terus dilakukan mulai dari ujung Sape, Bima hingga Ampenan Lombok karena memang NTB ini sangat luas.

Ternyata menjadi pemimpin NTB ini membutuhkan calon gubernur yang kuat dan sehat secara fisik. Karena memang permintaan masyarakat tidak muluk-muluk, hanya ingin didatangi pemimpinnya.

Ia tidak bisa membayangkan jika tidak kuat dan sehat, bagaimana bisa menyapa rakyatnya yang tersebar di beberapa tempat dengan jangkauan yang jauh dan luas.

“Masyarakat itu tidak perlu dikasih uang banyak, tidak perlu janji-janji yang besar, cukup didatangi calon pemimpinnya walaupun hanya sebentar, dipeluk bahunya, dijabat tangannya dengan erat, ditatap matanya dengan lembut, itu menghadirkan sensasi luar biasa di masyarakat,” ucap Doktor Zul.

Keberanian menyapa masyarakat secara langsung diakui Doktor Zul bukan tanpa risiko

Namun dengan cara ini mengajar masyarakat tentang kepemimpinan yang baru, sehingga masyarakat mengetahui siapa pemimpinnya, apa pikiran, gagasan, dan narasinya yang akan dibangun. Ini penting agar masyarakat tidak membeli kucing dalam karung dan membeli karung dalam perut kucing.

Di bagian lain Doktor Zul menyinggung sikap pesimis sebagian masyarakat bahwa tidak mungkin orang Sumbawa menjadi Gubernur. Indikatornya adalah populasi penduduk di Pulau Sumbawa kalah jauh Lotim, Lobar, dan Loteng.

Dengan rasa pesimis ini, banyak putra-putra terbaik Sumbawa yang lebih memilih menjadi Calon Wakil Gubernur yang nantinya bisa menjadi Gubernur ketika Gubernurnya meninggal dunia dan ditangkap KPK.

Doktor Zul mengakui Sumbawa lebih kecil dari Lotim, Loteng, dan Lobar. Tapi mereka lupa, ketika hati masyarakat Sumbawa ditautkan dengan KSB, Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima, maka basis elektoralnya tidak kalah besarnya dibandingkan dengan daerah-daerah di Pulau Lombok. Karena itu dengan keberaniannya menjadi Calon Gubernur NTB, dapat memberikan semangat baru bagi anak-anak muda dan orang tua.

Mereka tadinya yang tidak memiliki semangat karena mengetahui ada putra Pulau Sumbawa yang maju menjadi Calon Gubernur, kembali bersemangat dalam mentap kehidupan ini.

“Semoga kehadiran bapak ibu ini menjadi saksi sebuah perjalanan panjang yang kita mulai dari langkah pertama. Kami mohon doa restu bapak dan ibu semoga dengan doa dan dorongannya, insya Allah tanggal 27 Juni kita akan bikin sejarah baru, putra dari Pulau Sumbawa akan menjadi Gubernur di propinsi yang kita cintai ini,” pintanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.