Bang Zul Tekankan Alumni Ponpes Kuasai Ilmu Finansial

Dr. H. Zulkieflimansyah di Reuni Alumni Lintas Generasi dan Profesi Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya Lombok Tengah

LOMBOKita – Hadir dalam Reuni Alumni Lintas Generasi dan Profesi Pondok Pesantre Darul Muhajirin Praya Lombok Tengah, calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengingatkan pentingnya penguasaan ilmu finansial. Ini penting untuk membantu lulusan ponpes bisa mapan secara ekonomi setelah menyelesaikan pendidikannya.

” Kenalkan mereka dengan perbankan, business cycle, insurance dan sebagainya. Kalau tidak, kita akan jadi masyarakat yang spiritualnya bagus, maknawiyahnya luar biasa, tapi tangannya selalu di bawah,” sahutnya beberapa waktu lalu.

Bang Zul, sapaan akrabnya juga menyampaikan dalam salah satu buku karya Robert Kiyosaki pun berisi kritikan. Bahwasanya, orang Asia pintar secara spiritual tapi miskin secara finansial. Ini pun menjadi alasan penting ilmu finansial harus diajarkan sedari kecil.

Ia mencontohkan, seperti yang banyak dilakukan orang tua di Amerika yang mengenalkan anaknya sejak dini pada permainan Monopoli. Dimana anak dikenalkan apa yang dimaksud dengan aset dan bagaimana mengelolanya.

“Menurut saya, alumni kita, harus mulai diceritakan tentang instrumen finansial. Undang Otoritas Jasa Keuangan datang ke sekolah-sekolah kita. Kan sayang, kalau ada yang ilmunya doktor, master tapi secara finansial miskin, pandai bikin proposal tapi nggak punya uang,” lontarnya.

Mengangkat tema ‘Pemberdayaan ekonomi alumni menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)’, Bang Zul juga mengingatkan peserta reuni yang hadir untuk gerak cepat menghadapi MEA. Berbicara tentang kecepatan, Bang Zul tak luput memberikan motivasi melalui puisi yang dibacanya pada salah satu buku ekonomi. Isinya sebagai berikut.

Setiap hari di Asia, rusa bangun dari peraduannya, dengan satu kesadaran dia harus lari lebih cepat dari macan yang paling cepat atau dia akan terbunuh. Setiap hari di Asia, macan bangun dari peraduannya dengan satu kesadaran, dia harus lari lebih cepat dari rusa yang paling lambat atau dia kelaparan.

“Jadi dalam hidup itu saat fajar mulai menyingsing, kau harus siap untuk berlari. Siap tidaknya kita menghadapi MEA tergantung seberapa cepat Anda berlari, karena MEA larinya jauh lebih cepat dari kita,” tandasnya.

Bagaimana bentuk kecepatan yang disebut Bang Zul? Ia mengatakan, bisa dimulai dengan serius meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan ditunjang pula dengan kemampuan lain.

Komentar Anda