Bang Zulkifliemansyah Melebur Bersama Rakyat

Ditulis oleh: Ahmad Efendi, Komunitas Balai Tulis Literasi NTB

45
kali tampilan.
Dr. H. Zulkieflimansyah berdialog dengan sejumlah pengusaha lokal, akhir pekan kemarin.
- Advertisement -

Tiada hari tanpa bersama rakyat. Kiranya demikian untuk melukiskan intensitas pertemuan Bang Zul dengan masyarakat NTB. Berkeliling dari satu tempat ke tempat lain dalam wilayah NTB yang terdiri dari dua Pulau terpisah laut. Bang zul terlihat begitu menikmati perjalanannya, walaupun jarak pertemuan satu dengan pertemuan lainnya begitu dekat. Bahkan hari ini full di pulau Sumbawa, besok paginya sudah mengadakan pertemuan lagi di Pulau Lombok, lagi-lagi besoknya di Sumbawa.

Mobilitas tinggi untuk menemui masyarakat NTB ini menjadi menarik untuk ditelaah lebih jauh. Bahkan meskipun Bang Zul harus menuju ke tempat-tempat terpencil sepertinya ia tidak kelihatan ada masalah. Bang zul sepertinya tetap enjoy meskipun harus melewati jalan-jalan berlubang dan becek. Akibat jalan yang belum beraspal pun Bang Zul harus mengendarai motor Trail.

Tentu saja fenomena kepemimpinan seperti ini cukup menyedot perhatian masyarakat NTB, termasuk penulis juga yang selalu berusaha menyibak tirai di balik setiap moment yang dilakukan Bang Zul. Menyibaknya untuk dibuatkan deskripsi sejarah. Seperti kata pepatah, “manusia hidup untuk membuat sejarah, maka tinggalkanlah cerita-cerita teladan bagi generasi berikutnya”.

Apalagi Bang Zul ini adalah sosok pemimpin yang cukup memberikan warna berbeda dalam kiprah kepemimpinannya. Hal itu bagi masyarakat cukup mencolok untuk dapat diidentifikasi. Kesediaannya untuk selalu berbaur. Kesediaanya untuk selalu mau mendengar keluhan-keluhan masyarakat. kesediaannya untuk bersusah payah menemui mereka merupakan sketsa baru yang layak untuk dijadikan perhatian untuk mengambil teladan.

Loading...

Sinyal Makna
Dalam sosiologi ada teori Interaksinonisme simbolik di mana asumsi dari teori ini adalah bahwa manusia dalam memahami fenomena social tidak lepas dari tafsir-tafsir. Manusia sehari-hari sesungguhnya hidup dengan symbol-simbol yang mereka tafsirkan. Contoh terdekat adalah tafsir makna / symbol 01 dan 02 yang kini sedang hiruk-pikuknya. Hari-hari ini symbol 01 dan 02 itu seakan-akan mempetakan siapa diri kita dan siapa orang lain.

Lebih lanjut interaksi social sehari-hari bukanlah hanya dibentuk oleh diri kita sendiri melainkan diri kita dibentuk oleh diri-diri orang lain sebagai kolega interaksi. Oleh karenanya diri bukanlah milik kita seutuhnya melainkan milik lingkungan juga. Dari sini kemudian personal (individu) melakukan penafsiran terhadap dirinya lalu mencoba menghubungkan tafsiran itu kepada lingkungan. Hasil tafsir diri dengan lingkungan itulah selanjutnya yang akan menjadi out put tindakan-tindakan individu.

Dalam konteks kepemimpinan Bang Zul sebagai seorang pemimpin tertinggi di daerah NTB, sudah pastinya ia telah terlebih dahulu melakukan tafsiran terhadap dirinya sebagai pemimpin. Lalu dari titik pijak itu ia melakukan penafsiran kepada masyarakat/ rakyat yang dipimpinnya. Tentu saja penafisiran diri dan lingkungan ini akan berbeda-beda pada setiap orang. Semua itu bergantung pada banyak hal seperti tingkat pendidikan dan pengalaman.

Begitu juga dengan masyarakat luas akan mempunyai tasfir diri dan tafsir kepada pimpinannya. Interaksi ini begitu intensif sehingga masyarakat dan pimpinanya dapat melakukan komunikasi yang cukup baik dalam rangka saling mendukung tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Begitulah interaksi itu dipahami dari sisi interaksionisme simbolik; manusia dan makna yang dipopulerkan oleh Herbert Blummer dan kawan-kawan.

Masyarakat NTB sudah selayaknya bersyukur medapatkan model pemimpin seperti Bang Zul. Pemimpin seperti ini dapat mengirimkan sinyal/symbol/makna positif kepada semua elemen masyarakat terkhusus untuk para pemimpin darerah Kabupaten / Kota di NTB. Minimal para pemimpin yang berada di bawah structural Provinsi akan merasa tidak enak bila tidak mencoba mengikuti irama Bang Zul sebagai pimpinan tertingginya di NTB.

Ini dapat menjadi pelecut semangat tentunya bagi pemimpin-pemimpin yang ada di bawah. Sebagaimana diketahui bersama bahwa NTB sebagai Provinsi mempunyai sekitar 10 daerah Kabupaten/ Kota yang harus mengikuti irama kepemimpinan Bang Zul. Selebihnya tentu saja aura kepemimpinan Bang Zul yang hangat menyapa dan terbuka dapat menjadi teladan bagi pemimpin-pemimpin lainya dalam skup yang lebih sederhana seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD-OPD) bahkan sampai skup-skup kecil ke bawah.

Type kepemimpinan seperti Bang Zul ini sepertinya layak untuk diinternalisasi, bagi membuat dunia baru yang respond quickly, dunia baru yang menghilangkan batas-batas dan ego sektoral, dunia baru yang melayani masyarakat sepenuh hati bagi membangun masyarakat, bangsa dan Negara. Semangat perubahan kearah yang baru itu penting karena zamannya memang sudah menuntut demikian. Saat ini zamannya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat, melebur dan menjadi bagaian dari mereka agar persoalan-persoalan yang mereka hadapi dapat relative mudah untuk diselesaikan.

Whole of Government
To be continue…!

Komentar Facebook

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.