Bank Dunia Anggap Utang Indonesia Masih Rendah

48
kali tampilan.
Petugas menata tumpukkan uang di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (17/1). / foto: suara.com

Bank Dunia menilai rasio utang pemerintah Indonesia saat ini masih rendah dibandingkan dengan negara-negara dengan tingkat ekonomi maju maupun berpendapatan menengah.

“Utang Indonesia masih yang terendah di antara negara-negara ’emerging’ maupun ‘advanced’ secara ekonomi,” kata Ekonom Utama untuk Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander dalam pemaparan di Jakarta, Selasa (27/3/2018) dimuat suara.com.

Gil Sander mengatakan rasio utang pemerintah Indonesia yang berada pada kisaran 29 persen terhadap PDB ini juga didukung oleh pengelolaan yang baik sehingga tidak rentan dengan risiko fiskal.

“Indonesia telah memiliki kebijakan fiskal yang ‘prudent’ dan berhati-hati, sehingga pengelolaan utang masih terjaga dalam tingkat yang rendah,” katanya.

Untuk itu, menurut Sander, tidak ada kekhawatiran yang berlebihan mengenai kondisi utang pemerintah Indonesia yang bisa mengganggu kinerja perekonomian dalam jangka menengah panjang.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan penggunaan utang pemerintah sudah dilakukan dengan hati-hati sesuai dengan pengelolaan APBN yang selama ini berlaku.

“Bagi mereka yang menganjurkan agar pemerintah berhati-hati dalam menggunakan instrumen utang, maka anjuran itu sudah sangat sejalan dengan yang dilakukan pemerintah,” kata Sri Mulyani dalam pernyataan tertulis.

Ia mengatakan penggunaan utang merupakan bagian dari pengelolaan APBN yang dilakukan secara bertahap dan hati-hati, agar perekonomian tidak mengalami kejutan dan mesin ekonomi menjadi melambat.

Untuk itu, Sri Mulyani menegaskan pengelolaan utang saat ini belum terlalu mengkhawatirkan, karena masih dikendalikan jauh dibawah ketentuan Undang-Undang Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003.

“Oleh karena itu, hanya menyoroti instrumen utang tanpa melihat konteks besar dan upaya arah kebijakan pemerintahan jelas memberikan kualitas analisis dan masukan tidak lengkap dan bahkan dapat menyesatkan,” tutupnya.