Batu Payung Tinggal Kenangan, Ambruk Dihantam Ombak

12618
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Obyek wisata Batu Payung yang berada di kawasan Pantai Aan Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ambruk.

Informasi yang didapatkan lombokita.com, Batu Payung yang berdiri di pinggiran pantai itu ambruk pada Minggu (31/3/2019) larut malam.

“Ketika saya datang bawa tamu dari Jogja pada Senin kemarin (1 April) para warga dan pelaku jasa boat yang biasa bawa penumpang dari Pantai Aan menuju Batu Payung memberi kabar bahwa Batu Payung sudah ambruk,” kata Muhammad Imron Rosyadi, pelaku tour guide dan travel kepada Lombokita.com, Selasa (2/4/2019).

Kanan: reruntuhan Batu Payung / ist
Awalnya Imron Rosyadi juga tidak percaya dengan informasi itu sehingga mengajak tamu melihat kondisi Batu Payung yang telah roboh.

Benar saya, begitu tiba di lokasi, obyek wisata yang kerap digunakan tempat selfie tersebut telah rata dengan tanah.

Loading...

“Malam Senin itu ada suara gemuruh yang disertai suara cukup keras. Warga memperkirakan itu suara ombak yang cukup keras menghatam Batu Payung hingga ambruk,” tutur Imron Rosyadi meniru ucapan warga di lokasi parkiran.

Mengetahui Batu Payung yang tinggal bongkahan berserakan itu, Imron Rosyadi kemudian membawa tamu-tamunya ke obyek wisata lain di sekitarnya.

Syamsul Luthfi Caleg DPR RI Partai Nasdem Dapil Pulau Lombok“Kita memang tidak kekurangan obyek wisata meski Batu Payung telah rusak, masih ada Pantai Aan, Pantai Gerupuk, Gili Pasir, Goa Kelelawar, Pantai Seger, Merese, Kuta dan lainnya,” jelas Imron.

Camat Pujut Lalu Sungkul yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya mengaku belum mengetahui kejadian Batu Payung yang ambruk.

“Nanti kita cek ke lokasi. Saya belum dapatkan informasi itu,” kata Lalu Sungkul.

Meski demikian, Lalu Sungkul yakin kejadian itu tidak mengurangi angka kunjungan wisatawan ke daerah itu.

“Saya yakin tidak terlalu berdampak buruk. Batu Payung pun tidak banyak dikenal wisatawan asing,” katanya.

Bagi wisatawan asing, menurut Lalu Sungkul, Batu Payung bukan sesuatu yang wah dn mengherankan. Sebab, hanya berupa tanah yang sudah membatu.

“Bisa saja terjadi kalau ombaknya besar dan menghantam Batu Payung, karena memang strukturnya tidak terlalu kuat, hanya tanah bukit yg mengeras dan membatu,” pungkas Lalu Sungkul.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.