Bawaslu NTB Gandeng Kelompok Masyarakat Awasi Pemilu

45
kali tampilan.
Acara Pembentukan Jaringan Kampung Pengawasan Pemilu Partisipatif yang dilaksanakan di Kota Praya, Senin (9/12/2019).
Loading...

LOMBOKita – Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng kelompok-kelompok masyarakat yang ada di setiap kampung untuk mengawasi proses pemilihan umum (Pemilu) serentak tahun 2020 mendatang.

Ketua Bawaslu NTB M Khuwailid menjelaskan, pihaknya akan merangkul seluruh kelompok masyarakat yang ada di setiap kampung dan memberikan sosialisasi pentingnya peranserta masyarakat dalam mengawasi jalannya proses demokrasi pemilihan kepala daerah.

Sebab, katanya, pemilihan umum bukan sekedar hari pencoblosan, melainkan sebelum dan sesudah pencoblosan semangat demokrasi itu harus tetap terjaga di tengah-tengah masyarakat.

Pembentukan “Kampung Pemilu” yang saat ini digalakkan Bawaslu NTB, kata Khuailid, bukan berarti membentuk kelompok maupun lembaga baru untuk mengawasi proses demokrasi pemilihan kepala daerah pada tahun 2020 mendatang, melainkan dengan cara merangkul seluruh kelompok masyarakat sebagai sasaran melakukan sosialisasi.

“Melalui kelompok-kelompok masyarakat itulah kami akan melakukan sosialisasi, baik itu kelompok zikiran, kelompok pemuda, kelompok pedagang bahkan hingga kelompok-kelompok serakalan dan sebagainya akan digandeng oleh Bawaslu,” jelas Khuailid pada acara Pembentukan Jaringan Kampung Pengawasan Pemilu Partisipatif yang dilaksanakan di Kota Praya, Senin (9/12/2019).

Loading...

Melalui sekolah kader yang dilaksanakan itu, lanjut Khuwailid, diharapkan mampu memberikan pemahaman nilai-nilai pemilu kepada para peserta yang kemudian akan menjelaskan kembali kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kita harus mampu membentuk masyarakat yang sadar pemilu. Karena preferensi pemilih tidak ansih pragmatis belaka, namun pemilu harus dimaknai sebagai ajang mempererat hubungan persaudaraan dan memperkuat jalinan silaturrahmi di tengah-tengah masyarakat,” tandas Khuwailid.

Pemilu adalah cara saling sapa, saling berbuat baik, saling silaturrahmi dan makin intens melakukan interaksi sosial

Dalam proses pemilu tersebut, katanya lagi, masyarakat harus bebas menentukan pilihan politik tanpa harus ada tekanan dan dibawah pengaruh transaksional dengan dalih dan maksud apapun. Karena semua orang menginginkan kebahagiaan tanpa harus menciderai proses demokrasi untuk memilih calon-calon pemimpin daerah.

Khuwailid berharap, seluruh partai politik peserta pemilu juga aktif memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sehingga proses demokrasi di daerah berjalan baik dan menghasilkan pemimpin terbaik.

Sementara itu, komisioner Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah Lalu Fauzan Hadi pada kesempatan itu menjelaskan, pembentukan jaringan kampung pengawasan pemilu paritisipatif merupakan bentuk inisiasi dari Bawaslu untuk menggandeng kelompok-kelompok masyarakat dalam mengawasi proses pemilu.

“Pemilu ini melalui proses panjang, tidak saja pada hari pencoblosan, melainkan sebelum dan sesudah pelaksanaan harus tetap dikawal dengan baik,” kata Lalu Fauzan Hadi.

Pengawasan pemilu berbasis kampung, lanjut Fauzan, dilaksanakan dengan cara menggandeng kelompok-kelompok masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk melakukan pengawasan dan pengawalan.

“Kita akan memperbanyak silaturrahmi untuk berdialog dan berdiskusi dengan masyarakat terkait segala hal yang tentang pemilu,” imbuh Lalu Fauzan Hadi.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.