Benarkah Hari Minggu Tanggal 26 Agustus Dikatakan Hari Keramat…?

11366
kali tampilan.

LOMBOKita – Sebagian besar masyarakat di wilayah Kabupaten Lombok Timur mulai resah, takut dan was-was dengan akan datangnya hari Minggu tanggal 26 Agustus 2018 yang dikatakan hari Keramat.

Apalagi dengan isu yang berkembang di media sosial maupun dari mulut ke mulut warga, kalau hari Minggu tanggal 26 Agustus 2018 akan terjadi gempa yang sangat dahsyat kemudian diiringi dengan tsunami.

Dengan melihat kasus Tsunami di Aceh terjadi tanggal 26 Agustus berapa tahun silam. Bahkan gempa yang terjadi di Lotim dengan skalanya besar terjadi setiap hari Minggu sudah tiga pekan terakhir ini.

” Terus terang kami merasa was-was dan ada rasa kekhawatiran terkait dengan isu hari Minggu tanggal 26 Agustus tersebut akan terjadi Gempa Dahsyat yang dibarengi dengan Tsunami,” kata para warga Selong ke media ini.

Namun begitu,lanjutnya,Warga di wilayah Kecamatan Selong saja yang jauh dari pantai merasa was-was dan khawatir.Apalagi dengan warga yang tinggal di pinggir pantai tidak akan merasa khawatir atas isu yang belum jelas kebenarannya.‎

Begitu juga dengan adanya kerabatnya yang tinggal di wilayah pesisir pantai sudah beberapa hari mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Guna mengantisipasi berbagai hal yang mungkin terjadi.

Loading...

” Apakah benar hari minggu tanggal 26 Agustus dikatakan hari keramat wallohuallam, hanya alloh saja yang mengetahuinya,mudah-mudahan tidak terjadi sebagaimana isu tersebut,” ujar para warga Labuhan Haji, Pringgebaya maupun Tanjung Luar.

Sementara Kepala Bidang Logistik dan Kedarutan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, L.Rusnan mengatakan kalau isu tersebut adalah hoax dan masyarakat jangan percaya dengan isu yang tidak jelas sumbernya.

” Isu kalau hari minggu akan terjadi bencana besar itu adalah hoax dengan adanya oknum yang memanfaatkan kesempatan itu,” ujar L.Rusnan.

Hal yang sama dikatakan Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman menegaskan pemerintah sudah menegaskan kalau itu adanya isu hoax yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,

Dengan sengaja membuat iseng-iseng isu itu yang tujuan untuk meresahkan masyarakat.Sehingga ini yang tentunya harus diwaspadai dibalik adanya isu tersebut.

” Jangan percaya dengan ada isu tanggal 26 Agustus akan terjadi sesuatu,” tegasnya.

Oleh karena itu, Eka menghimbau kepada masyarakat untuk tidak berpengaruh terhadap isu tersebut. Bahkan anggotanya di masing-masing Polres dan Polsek untuk melakukan patroli ke masyarakat dengan memberikan himbauan.

Meski dirinya tidak menampik kalau banyak warga yang mengungsi ke tempat aman. Karena terpengaruh dengan isu tersebut sehingga rawan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

” Kewaspadaan tetap dilakukan oleh warga guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan sedangkan pada satu sisi gempa susulan masih terjadi dengan skala menurun,” tandas Mantan Kapolres Bima ini.‎