Benih Lobster Diamankan di LIA, BKIPM: Cukongnya Dari Batam

71
kali tampilan.
Ilustrasi benih lobster

LOMBOKita – Seorang petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) Kelas II Mataram, Nusa Tenggara Barat mengatakan cukong yang memberikan modal kepada tersangka penyelundupan 30.024 benih lobster berinisial LF berasal dari Batam.

Kasi Pengawasan, Pengendalian Data dan Informasi BKIPM Kelas II Mataram Farchan yang dihubungi wartawan di Mataram, Kamis mengatakan peran cukong dalam kasus penyelundupan yang berhasil terungkap pada Senin (25/6) malam di Bandara Internasional Lombok.

“Pemodalnya dikatakan langsung dari Batam. Orang ini yang memberikan dana dan mengatur perjalanannya sampai ke Singapura,” kata Farchan.

Untuk identitasnya, Farchan enggan menyebutkan. Dia mengatakan masih akan terus melakukan pendalaman di lapangan.

“Yang jelas identitasnya sudah kita kantongi, tapi masih butuh pendalaman dan akan terus kita kembangkan,” ujarnya.

Tersangka LF mendapatkan 30.024 benih lobster yang nilai keseluruhannya bisa mencapai Rp4 miliar tersebut dari tangan para pengepul yang ada di wilayah Lombok Timur dan Lombok Tengah.

“Beli langsung dari pengepul dengan modal dari orang yang ada di Batam. Seluruh benih itu dia kumpulkan dalam waktu empat hari,” kata Farchan.

Ribuan benih lobster diamankan petugas dari barang bawaan milik salah seorang calon penumpang dengan tujuan penerbangan Jakarta, berinisial LF.

Benih lobster dengan jumlah detailnya sebanyak 30.024 ekor tersebut ditemukan petugas dari empat tas koper milik LF. Modus penyelundupannya berhasil terbongkar ketika menjalani pemeriksaan barang di pintu X-Ray bandara.

Dari pemeriksaannya, petugas menemukan benih lobster terbungkus dalam 74 kantong plastik bening besar yang berisi spon dan oksigen dengan jenis biasa dan kristal.

Menurut pengakuan pelaku, ribuan benih lobster tersebut akan dikirim ke Singapura melalui Jakarta.

Farchan mengungkapkan nilai Rp4 miliar lebih itu muncul berdasarkan asumsi harga perekornya di luar negeri mencapai Rp50 ribu.