Melanggar Aturan, Sejumlah Bangunan di Gili Meno dan Gili Air Ditertibkan
LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sejak 24 April 2018 menertibkan sejumlah bangunan yang ada di sepadan pantai dua gili (Gili Meno dan Gili Air) yang masuk kawasan Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang.

Penertiban ini dilakukan karena bangunan itu berada pada zona larangan membangun.

“Penertiban bangunan yang dilakukan oleh pemerintah ini tujuannya baik. Salah satunya untuk membuat tiga gili menjadi nyaman dan tertata,” Wakil Bupati Syarifudin dikonfirmasi wartawan.

Menurut Wakil Bupati, penertiban kali ini tidak mengganggu jalannya pariwisata di kawasan dua gili itu. Justru sebaliknya, jika wisatawan melihat hal itu adalah langkah yang semestinya dilakukan oleh pemerintah. Pasalnya, sebagai subjek yang menikmati pariwisata keberadaan bangunan di pinggir pantai jelas mengganggu pemandangan dan tidak dapat menikmati keindahan pesisir pantai.

Puluhan bangunan yang dianggap melanggar roi pantai di Gili Meno disapu oleh tim yang berasal dari Sat Pol PP, Aparat TNI dan Polri serta sejumlah SKPD.

Penertiban dipimpin Wakil Bupati KLU Syarifudin beserta Kapolres Lombok Utara AKBP Afriadi Lesmana.

“Dalam penertiban kali ini pemkab tidak ingin membuat warga kecewa. Pasalnya, berkaca pada penertiban bangunan di Gili Trawangan tahun lalu setidaknya sejumlah persoalan muncul pasca pembongkaran,” ungkapnya

Menurutnya, pelanggaran yang terjadi terhadap roi pantai tiga gili secara khusus telah berlangsung sejak lama. Maka dari itu, Negara dirasa wajib andil dalam menata kawasan tersebut supaya berfungsi sebagaimana mestinya. Terlebih, pembongkaran bangunan yang menghalangi pemandangan ke arah pantai ini merupakan implementasi pemerintah dalam melayani wisatawan yang hadir berkunjung.

Setidaknya dari hasil identifikasi terdapat 41 bangunan berbagai jenis yang ditertiibkan khusus di Gili Meno. Penertiban sendiri dihadiri 250 personil yang berlangsung dari pukul 10.00 Wita hingga 17.00 Wita.

Pembongkaran di pulau Meno berlangsung hingga 27 April mendatang. Sementara pasca kegiatan ini, pemkab akan segera membangun jalan dengan design tiga ruas untuk pejalan kaki, sepeda, dan juga cidomo.

“Dinas PU dan LH harus koordinasi dengan baik jangan sampai masyarakat kita kecewa. Karena ini adalah langkah kita untuk menata kawasan pariwisata,” terangnya.

“Kita segera lanjutkan programnya segera buat design jalan di mana rencana kita tiga ruas, duanya untuk sepeda, dan satu untuk cidomo,” beber Wabup.