Bhayangkara Graha Amaris Victory, Perumahan Strategis di Lombok Tengah

201
kali tampilan.

LOMBOKita – PT Amaris Raya Grup membuka komplek perumahan di lokasi strategis di Desa Batujai Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembukaan perumahan yang berada di pinggir jalan jalur baypass bandara Lombok itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilul Rohman didampingi pihak Notaris, PT Amaris Raya Grup, BTN serta beberapa pejabat desa setempat, Kamis (2/8/2018).

Perwakilan PT Amaris Raya Grup, Herri menjelaskan, komplek perumahan ini merupakan pengerjaan tahap kedua di pulau Lombok setelah sebelumnya juga dibangun komplek perumahan yang berada di sebelahnya itu.

Heri mengaku bangga bisa menyediakan fasilitas perumahan yang diperuntukkan bagi kalangan TNI/Polri dan swasta tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres yang telah membantu proses komplek perumahan ini sehingga peletakan batu pertama bisa berjalan lancar,” kata Herri seraya menegaskan, booking hari ini gratis uang muka.

Sementara itu, pihak BTN yang diwakili Notaris Saharjo, SH., M. Kn menegaskan, harga unit rumah ini terbilang cukup murah jika dilihat dari letak dan posisi strategis perumahan.

“Kami hadir di tempat ini untuk berbagi kebaikan dengan menyediakan komplek perumahan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah,” ungkap Saharjo.

Saharjo juga tidak ingin kalah dengan pihak Amaris untuk memberikan potongan harga bagi pemesan hari ini.

“Kami berikan potongan harga satu juta rupiah bagi pendaftar hari ini,” kata Saharjo.

Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilul Rohman mengatakan, pembangunan Bhayangkara Graha Amaris Victory Batujai ini atas inisiasi Amaris Grup yang sekaligus untuk menyukseskan program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo sejak tahun 2015 lalu.

Selain itu, kata Kapolres, perumahan ini juga untuk menindaklanjuti perintah Kapolri agar seluruh anggota bisa memiliki rumah layak huni.

Letak perumahan ini, menurut Kapolres, sangat strategis yakni cuma 1,6 kilo meter dari bandara Lombok, dan tidak jauh dari pusat Kota Praya.

“Mau kemana saja, dari sini jaraknya relatif dekat, ke Kuta cuma 13 kilo meter, demikian pula dengan desa wisata Sade, desa kerajinan tenun Sukarara maupun obyek-obyek wisata lainnya,” papar Kapolres.

Kapolres berharap, komplek perumahan ini semua anggota jajaran TNI maupun Polri tidak lagi tinggal dibawah kolong.

“Anak Polisi dan TNI itu kan biasa dipanggil anak kolong. Karena tinggal di asrama yang sempit, akhirnya tidur dibawah kolong,” kata Kapolres berseloroh.