Bosan Di Penampungan. Jemaah Ahmadiyah Minta Dipulangkan

58
kali tampilan.

 

” Pemkab Lotim Belum Berani Ambil Keputusan,”

LOMBOKita – Puluhan Jemaat Ahmadiyah dari Desa Greneng,Kecamatan Sakra Timur yang berada di pengungsian Loka Latihan Kerja (LLK) Selong meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur untuk segera memulangkangnya.Karena bosen berada di lokasi penampungan yang ada saat ini.

Sementara Pemkab Lotim sampai saat ini belum bisa mengambil keputusan mengenai masalah jemaat Ahmadiyah tersebut. Apakah akan dipulangkan ataukah tidak masih belum jelas.

” Terus terang kami ingin pulang sudah bosen kami berada di lokasi pengungsian saat ini,” kata juru bicara Jemaat Ahmadiyah, Edo kepada media ini.

Ia meminta agar Pemkab Lotim segera memulangkannya ke rumahnya yang selama ini telah ditinggalkan. Karena kalau tetap berada di lokasi pengungsian saat ini tentunya tidak bisa memberikan nafkah kepada keluarganya.

Begitu juga kalau pemerintah daerah akan mencarikan lokasi lainnya. Dengan tidak akan mengembalikan ke rumah semula,tentunya kami akan melakukan penolakan keras.

” Yang jelas kami ingin kembali ke rumah kami dan menolak dipindahkan ke tempat lainnya,” tandas Edo yang didampingi jemaat Ahmadiyah yang lainnya.

Sementara ditempat terpisah Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman,S.ik mengatakan memang hingga saat ini Pemkab Lotim belum mengambil keputusan mengenai masalah jemaat Ahmadiyah tersebut.

Sedangkan pada satu sisi dari pemerintah desa Greneng bersama masyarakat setempat telah melakukan rapat mengenai masalah jemaat ahmadiyah tersebut.

” Dalam rapat itu disimpulkan warga tetap pada pendiriannya untuk tidak memberikan kembali ke Dusunnya tempat tinggalnya,karena takut menyebar aliran tersebut,” kata Kapolres.

Namun begitu,lanjut Eka,pihaknya akan mengadakan rapat besok pagi (Jumat,red) di kantor Bakesbangpoldagri Lotim untuk melakukan rembuk atau musyawarah mengenai permasalahan jemaat ahmadiyah tersebut.

” Kita lihat hasil rapat besok apakah ada kata keputusan yang diambil nantinya,” ujarnya.