BPKP NTB Cegah Korupsi dengan “Probity Audit”

142
kali tampilan.

LOMBOKita – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Nusa Tenggara Barat, akan memperkecil peluang korupsi dalam setiap pengerjaan proyek yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Koordinator Pengawas Investigasi BPKP NTB Ngatno, di Mataram, Jumat, mengatakan, hal itu akan terjadi dengan menerapkan metode “probity audit” (audit kejujuran) yang dimulai dari tahap perencanaan proyek.

“Jadi dengan ‘probity audit’ atau audit kejujuran ini, BPKP akan memberikan pendampingan kepada pemerintah mulai tahap awal proyek,” kata Ngatno.

Hal itu pun dikatakannya akan diterapkan dengan turut melibatkan pihak inspektorat di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.

Loading...

Karena itu, dengan menerapkan metode “probity audit”, kecil kemungkinan akan muncul penyimpangan. Karena BPKP akan tetap melihat setiap progres pelaksanaan proyeknya.

Lebih lanjut, yang menjadi perhatian BPKP dalam penerapan metode ini berkaitan dengan kebutuhan proyek, anggaran, maupun rekanan pelaksananya.

Untuk langkah pertama, jelasnya, BPKP akan melihat proyek tersebut apakah masuk dalam bagian kebutuhan daerah, sehingga perlu direalisasikan.

Selanjutnya, dari anggarannya akan dilihat dan dianalisa apakah sesuai dengan kebutuhan dalam pengerjaan proyeknya.

“Begitu juga dengan rekanan, jangan sampai abal-abal,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.