BPOM Belum Temukan Peredaran PCC di Mataram

125
kali tampilan.

LOMBOKita – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, Nusa Tenggara Barat, menelusuri jejak peredaran obat PCC (Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol) di wilayah setempat.

Namun hasil dari penelusuran yang digelar dalam operasi terpadu bersama pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan tersebut, belum menemukan produk obat-obatan yang izin edarnya sudah dicabut sejak 2013 itu.

“Memang ada beberapa yang telah kita sita, tapi sejauh ini belum ada satu pun obat yang kita cari, seperti PCC, Tramadol, Trihex,” kata Kasi Penyidikan BBPOM Mataram Hadiyono di Mataram, Jumat.

Barang yang disita oleh tim berupa produk obat-obatan maupun kosmetik yang tidak memiliki izin edar dan telah kedaluwarsa.

Loading...

Oleh karena itu, produk yang dinilai sudah tidak layak untuk diperdagangkan tersebut telah menjadi tambahan dalam daftar barang sitaan BBPOM.

“Terkait dengan barang yang sudah kita sita ini akan tetap kita tindak lanjut dan kita selidiki,” ujarnya.

Meskipun penelusuran lapangan sudah dilaksanakan sejak nama PCC mencuat di media massa, ke depannya BBPOM bersama tim terpadu berkomitmen untuk tetap melakukan pengawasan.

“Walaupun belum ada ditemukan produk obat-obatan seperti yang menjadi keresahan masyarakat di Kendari, Sulawesi Tenggara, kita akan tetap monitor di lapangan,” ucapnya.

Loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.