BPS: Penduduk NTB Bahagia Karena Hubungan Sosial

Ilustrasi kebahagiaan keluarga

LOMBOKita – Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat merilis indeks kebahagiaan penduduk NTB tahun 2017 berdasarkan hasil survei pengukuran tingkat kebahagiaan sebesar 70,70 persen, disebabkan hubungan sosial masyarakat yang relatif kondusif.

“Mungkin orang NTB baik-baik sehingga hidupnya relatif bahagia,” kata Kepala BPS NTB Hj Endang Tri Wahyuningsih di Mataram, Selasa.

Indeks kebahagiaan merupakan indeks komposit yang dihitung secara tertimbang menggunakan dimensi dan indikator dengan skala 0-100.

Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan tingkat kehidupan penduduk yang semakin bahagia. Sebaliknya, semakin rendah nilai indeks maka semakin merasa tidak bahagia.

Endang menyebutkan jumlah rumah tangga yang dijadikan sampel survei pengukuran tingkat kebahagiaan pada 2017 sebanyak 1.580 rumah tangga. Seluruhnya tesebar di 10 kabupaten di Pulau Lombok dan Sumbawa.

Dimensi penyusun indeks kebahagiaan orang NTB, yaitu indeks dimensi kepuasan hidup sebesar 71,59, dengan masing-masing subdimensi kepuasan hidup personal sebesar 65,25 persen dan subdimensi kepuasan hidup sosial sebesar 77,93 persen.

Selain itu, indeks dimensi perasaan sebesar 67,50 persen dan indeks dimensi makna hidup sebesar 72,72 persen.

“Seluruh indeks diukur pada skala 0-100,” ujarnya.

Dari tiga indikator tersebut, lanjut dia, indeks indikator tertinggi adalah keharmonisan keluarga sebesar 81,74 persen yang merupakan subdimensi kepuasan hidup sosial.

Sementara indeks indikator terendah adalah pendidikan dan keterampilan 58,88 persen yang merupakan subdimensi kepuasan hidup personal.

Namun demikian, masih terdapat beberapa indikator lain yang memiliki indeks di bawah 70 persen, yaitu pekerjaan utama, pendapatan rumah tangga, rumah dan fasilitas rumah, perasaan tidak cemas, perasaan tidak tertekan, dan pengembangan diri.

Endang menambahkan indeks kebahagiaan penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding penduduk yang tinggal di perdesaan.

Nilai indeks kebahagiaan di perkotaan sebesar 71,05 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 70,39 persen.

“Orang kota dan orang desa sama-sama bahagia, hanya beda tipis angkanya. Dan itu disebabkan karena hubungan sosial yang bagus, meskipun masih dalam kondisi miskin,” ucapnya pula.

Ia berharap pemerintah daerah di NTB terus berupaya memelihara kondisi sosial dan perekonomian, sehingga indeks kebahagiaan bisa meningkat dari saat ini pada posisi 24 dari 34 provinsi di Indonesia.

Indeks kebahagiaan penduduk NTB juga berada di atas nasional sebesar 70,69 persen. ant

Komentar Anda