Bupati Loteng Bagikan KIP, Belasan Ribu Santri Ucapkan Syukur

66
kali tampilan.
Foto bersama penerima Kartu Indonesia Pintar

LOMBOKita – Sebanyak 13 ribu anak didik dibawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dibagikan langsung oleh Bupati Lombok Tengah H. Moh. Suhaili Fadil Tohir di auditorium Kampus IPDN Lombok, Senin (11/3/2019).

Pemberian Kartu Indonesia Pintar tersebut dihajatkan untuk meringankan biaya pendidikan santri dan santriwati, mulai dari jenjang pendidikan Madrasah Ibtida’iyah hingga Madrasah Aliyah.

Bupati Lombok Tengah H. Moh. Suhaili Fadil Tohir, SH dalam sambutannya menjelaskan, Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan salah satu program pemerintah pusat yang disalurkan melalui Kementerian Agama RI.

Karena itu, Bupati Lombok Tengah dua periode itu mengajak seluruh masyarakat terutama para penerima manfaat KIP dan para orangtuanya agar pandai-pandai bersyukur karena mendapatkan KIP untuk mencerdaskan anak-anak generasi bangsa.

Loading...

“Hari ini kita bagi-bagikan Kartu Indonesia Pintar, sebagai salah satu ikhtiar kita kepada masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah agar tidak ada lagi terdengar anak putus sekolah karena terbebani dengan biaya sekolah,” ucap Bupati Suhaili seraya disambut teriakan Alhamdulillah dari seluruh santri dan santriwati yang hadir saat itu.

Bupati berpesan agar Kartu Indonesia Pintar yang telah diterima itu tidak disalahgunakan. Sebab, hajat pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Ir. H. joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah murni untuk mencerdaskan generasi-generasi bangsa sebagai pemimpin di masa mendatang.

“Mari kita ucapkan rasa syukur kita telah mendapatkan KIP ini dengan mempergunakannya sesuai peruntukan. Jangan sampai ada saya mendengar laporan kalau orang tua penerima KIP menggunakannya untuk keperluan lain. Harus dimanffatkan untuk kepentingan pendidikan,” tegas Bupati Suhaili FT.

Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT
Sementara itu, pejabat dari Kementerian Agama RI M. Tamrin yang hadir saat itu mengatakan, bahwa pemberian Kartu Indonesia Pintar merupakan wujud perhatian pemerintah pusat yang begitu besar kepada dunia pendidikan yang bernaung dibawah Kemenag RI.

Menurut Tamrin, Kartu Indonesia Pintar adalah program untuk mencerdaskan generasi bangsa terutama di kalangan santri madrasah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

“Manfaatkan kartu itu dengan sebaik-baiknya, semoga anak-anakku semuanya mendapat ilmu yang barokah dan menjadi generasi handal Indonesia di masa-masa yang akan datang,” ujar M. Tamrin.

Tamrin menyebutkan, KIP digunakan untuk semua siswa usia sekolah dari usia 6 sampai 21 tahun.

Untuk Kabupaten Lombok Tengah, Madrasah ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah yang menerima KIP di tajun 2017 diterima oleh 13 ribu santi dan santriwati dengan besaran dana Rp 11,82 miliar. Di tahun 2018 diterima sebanyak 22.636 santri dengan jumlah dana sebanyak Rp 15,183 juta per orang. Sedangkan untuk provinsi NTB, KIP terdampak gempa juga diberikan bantuan kepada 2.779 santri dengan lokasi 45 madrasah dengan dana Rp 2,79 miliar.

Saat ini, kata Tamrin, pihaknya telah melakukan evaluasi dan pengawasan agar bantuan yang telah digulirkan itu dikawal secara bersama agar tepat sasaran.

Dengan bimbingan auditor BPK RI selama ini, pihaknya berharap agar bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat.

“Bagi penerima semoga bermanfaat bagi santri dan santriwati,” harapnya.

Hadir pula pada acara pembagian Kartu Indonesia Pintar iru, anggota DPR RI Komisi VIII, H Rahmat Hidayat. Politisi PDIP asal Lombok Timur itu menyatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program Nawacita Presiden RI Joko Widodo.

Menurutnya, program ini sudah dirasakan selama ini oleh pemegang kartu. Terbukti melalui program ini mampu meningkatkan IPM masyarakat NTB.

“Dengan program ini, kami berharap dan sangat optimis program ini di NTB harus dilanjutkan,” ujarnya.

Anggota V BPK RI, Isma Yatun MT menyatakan, kedatangannya ke NTB untuk melihat apakah program KIP ini tersalurkan dengan baik atau sudah sampai kepada penerima.

Menurutnya, pada tahun 2019 ini penerima KIP di Lombok Tengah sebanyak 13 ribu lebih.

Setelah dibagikan, program ini dikawal secara ketat untuk menghindari penyalahgunaan seperti digunakan selain untuk keperluan pendidikan dan sebagainya.

Kemeterian Agama menggandeng BPK RI untuk melakukan pengawasan dan audit pemanfaatan kartu Indonesia Pinta itu.

“Kita berharap semoga tahun depan, dana yang digulirkan ke NTB melalui KIP bisa lebih meningkat lagi,” harap Isma yatun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.