Bupati Loteng Tepis Isu MotoGP 2021 Batal di Lombok

637
kali tampilan.
Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir

LOMBOKita – Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili Fadil Tohir menepis isu MotoGP tahun 2021 batal digelar di sirkuit Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Bupati, isu pembatalan itu dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan pembangunan sirkuit balap motor berkelas dunia itu di Lombok Tengah.

“Dan yang jelas, info tentang pembatalan motorGP itu adalah bersumber dari orang atau pihak yang jeles dan dengki dengan pembangunan Motor GP di Lombok Tengah,” tegas Bupati dihubungi Lombokita.com, Rabu (14/8/2019).

Loading...

Karenanya, Bupati Lombok Tengah dua periode itu meminta seluruh pihak agar jangan terlalu cepat berasumsi dan berandai-andai dengan sesuatu yang belum jelas.

“Yang jelas, informasi tentang pembatalan (motoGP, red) itu bohong,” tegas Bupati.

Seperti diketahui, belakangan ini muncul rumor yang dimuat portal berita, bahwa rencana gelaran MotoGP dan Superbike di Indonesia bakal menemui masalah.

Dalam berita itu juga memuat rencana awal bahwa Superbike dan MotoGP harus kembali ke Indonesia mulai tahun 2021 mendatang. Namun pembelian tanah untuk lintasan balap baru di Pulau Lombok tidak sesuai jadwal, sebelum 2022 tidak akan ada balapan.

Perusahaan Pengembangan Pariwisata Indonesia, yakni ITDC (Indonesian Tourism Development Corporation) bermaksud untuk berinvestasi hingga satu miliar dolar AS di resor Mandalika yang baru di pulau Lombok.

Bagian utama dari rencana besar ini adalah sirkuit balap berstandar internasional FIM Grade A, dan kontrak dengan Dorna untuk menyelenggarakan MotoGP dan Kejuaraan Dunia Superbike mulai tahun 2021 sudah ditandatangani.

The Mandalika tidak akan membangun sirkit permanen, tapi berkonsep Street Racing Circuit, tapi jelas dengan fasilitasn pendukung dan infrastruktur lainnya harus memenuhi standar tertinggi.

Konstruksi pada proyek raksasa dijadwalkan akan dimulai pada bulan September mendatang akhir tahun ini, tapi sekarang ini ada tanda tanya besar di belakangnya.

Hal ini terkait pembelian tanah yang dibutuhkan telah terhenti. Seorang pemilik tanah mengatakan bahwa pembelian tanah masih di bawah anggaran.

Sementara itu, Penyelenggara MotoGP dan Superbike, yakni Dorna Sport telah diberitahu tentang kesulitan-kesulitan ini, dengan asumsi bahwa hanya tak ada balapan di Indonesia sebelum 2022 nanti.

Jadi, akan ada penundaan sekitar satu tahun, yang rencana awalnya pada 2021, nampaknya akan bergeser ke 2022.

Dalam laporan terpisah sebelumnya tentang kembalinya Finlandia ke MotoGP mulai tahun 2020 mendatang, Speedweek juga sempat menyinggung jika Indonesia baru bisa menggelar MotoGP mulai 2022 bukan 2021.

Menanggapi masalah ini, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah menegaskan bahwa pihak Pemerintah Daerah akan berupaya keras menyelesaikan masalah ini.

“Saya setuju bahwa pembebasan lahan mengalami beberapa kesulitan.

Tapi semuanya masih terkendali dan kita bisa mengatasi masalah ini,” jelas Zulkieflimansyah sebagaimana dimuat Speedweek.

“Tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak selesai tepat waktu. Kami dari pemerintah provinsi NTB telah mempersiapkan diri dengan baik.

Proyek ini menandai masuknya kami menjadi tujuan wisata utama seperti Bali dan ini menjadi prioritas,” tegas Gubernur menambahkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.