Bupati Lotim Ingatkan Sekolah tidak Diskriminasi Difabel

132
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menindaklanjuti janji Pemda Lombok Timur untuk memberikan perhatian kepada difabel. Hal itu disampaikan dalam rakor yang dihadiri Dinas Pendidikan dan kebudayaan, kepala UPT yang digelar di kantor Bupati, Senin (3/2/2020).

Dalam rakot tersebut, Sukiman Azmy memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur untuk memperhatikan sekolah sekolah difabel yang ada di Lombok Timur.

“Silakan memanfaatkan aset yang ada untuk sekolah bagi difabel,” ungkap Bupati.

Bupati juga memerintahkan UPT Dikbud untuk merealisasikan dan membangun sekolah bagi difabel di wilayah selatan, utara, tengah tak hanya ada di kecamatan Selong dan Sakra.

“Sekolah difabel yang ada sekarang ini dinilai belum mencukupi. Setidaknya ada di wilayah selatan, wilayah tengah dan wilayah utara,” ucapnya.

Loading...

Bupati kembali mengingatkan agar tidak ada lagi sekolah yang mengeluarkan siswa difabel. Siswa yang telah dikeluarkan diminta untuk dipanggil kembali. Bupati mengingatkan agar tidak melakukan diskriminasi terhadap difabel,

“Perlakukan difabel dengan baik. Jangan sampai mengaburkan masa depan mereka dengan ketidakberpihakan pemerintah,” katanya.

Selain mengakomodasi pendidikan difabel Bupati juga menegaskan agar dibentuk satu TK Pembina di masing-masing Kecamatan.

“Cari anaknya, cari gurunya, cari lokasinya, nanti kita laporkan ke provinsi, untuk diserahkan ke provinsi,” tegas Sukiman.

Dalam rakor itupun, selain membahas persoalan pendidikan, juga membahas program pengeloaan bawang putih dan KUR kerjasama Pemda Lombok Timur dengan HKTI Provinsi NTB.

“Adanya nota kesepahaman antara Pemda Lombok Timur dengan HKTI Provinsi NTB, Dinas Pertanian akan memberikan bantuan bimbingan dan penyuluhan kepada kelompok tani,” ucapnya.

Sukiman juga memerintahkam para Camat untuk menyediakan lahan untuk menanam bibit bawang putih dan jagung.

“Silakan para Camat inventarisir luas lahan yang dapat digunakan untuk keperluan penyediaan bibit bawang putih dan jagung tersebut,” katanya.

Ketua HKTI NTB yang juga Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi Sj dalam kesempatan tersebut mengingatkan agar petani dan Pemerintah Lombok Timur memanfaatkan status Sembalun sebagai sentra bibit bawang putih nasional.

Pemerintah juga diharapkan dapat menetapkan harga minimal bawang putih dan jagung untuk melindungi petani.

“Pembiayaan HKTI telah bermitra dengan Bank NTB Syariah untuk membantu pembiayaan usaha tani,” sebutnya.

Sementata itu, Kepala Bank NTB syariah Cabang Selong, Lalu Syamsul Hadi dalam rakor itupum menyatakan kesiapannya melayani petani Lombok Timur untuk pembiayaan usaha taninya.

“Saat ini Bank NTB tengah memverifikasi 561 petani untuk mendapat Kredit usaha rakyat (KUR) berdasarkan rekomendasi HKTI,” paparnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.