Bupati Lotim Minta Masyarakat Tinggalkan  Aplikator Tak Bermodal ‎

212
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Bupati Lombok Timur,HM.Sukiman Azmy meminta kepada warga korban gempa untuk meninggalkan aplikator yang tidak bonafit atau tak memiliki uang.Dalam kegiatan pembangunan rumah tahan gempa di Lotim.

Hal ini ditegaskan Bupati Lotim dalam ‎
‎Sosialisasi RTG berlangsung di halaman Kantor Desa Belanting Kecamatan Sambelia dan Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun, Kamis (18/4).

” Saya minta  masyarakat terdampak, meninggalkan aplikator yang tidak bonafit atau tak miliki modal,” tegasnya.

Ia menjelaskan  aplikator yang tidak bermodal tidak akan direkomendasikan lagi terlibat dalam Pembangunan RTG. Kebijakan itu diambil, sebab Aplikator yang tidak memiliki modal, menjadi salah satu penyebab dan penghambat pembangunan RTG di Lotim.

Begitu juga masyarakat, untuk berkontrak secara pribadi tanpa melalui Pokmas. Keberadaan Pokmas maupun fasilitator, diketahui menjadi persoalan bagi masyarakat terdampak. Terlebih terdapat beberapa oknum Pokmas maupun fasilitator yang rangkap jabatan, bahkan meminta fee dari warga terdampak.

” Dirinya mengecam tindakan oknum fasilitator yang memanfaatkan korban gempa, dengan meminta fee. Baginya, tidak ada tempat bagi oknum fasilitator, yang memanfaatkan masyarakat,”ujarnya.

Selain itu, lanjutnya  Terhadap Pokmas yang sudah melakukan kontrak, namun belum melakukan pembangunan, agar masyarakat meninggalkan Pokmas tersebut. Karena pemda  telah berupaya membantu masyarakat dengan mendatangkan Aplikator bonafit, agar pembangunan RTG dapat dituntaskan dengan cepat.

” Masyarakat dipersilahkan memilih jenis RTG apapun. Yang terpenting, rumah itu lolos dari ferivikasi tim tekhnis Pemda,” tandasnya.

Pada kesempatan itu Mantan Dandim 1615 Lotim menambahkan  sejauh ini tercatat Rp 750 miliar, anggaran telah ditransfer Pemerintah Pusat ke rekening Pemda Lotim, melalui rekening BPBD Lotim.

Sementara sisanya, masih Rp 300 miliar yang akan segera ditransferkan dalam waktu dekat, untuk mengisi rekening masyarakat yang belum terisi. Di Kecamatan Sembalun, terdapat 861 warga terdampak, belum membangun rumah. Sedangkan di Kecamatan Sembalun tercatat 652 belum berkontrak.

” Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang sudah masuk dalam SK Bupati, dan belum memiliki rekening, segera melakukan kontrak,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.