Bupati Lotim Nilai Serapan Dana Desa Masih Rendah,

38
kali tampilan.

LOTIM Lombokita – Keinginan pemkab untuk mempercepat pencairan dana desa (DD), hingga saat ini, justru Serapan dana desa (DD) di kabupaten Lombok Timur, hingga kini masih rendah, sehingga Bupati Lotim HM Sukiman Azmy mengumpulak para camat dan kepala OPD.

” Hingga saat ini dari 239 desa, hanya 8 desa yang telah mencairkan dana desanya,” ungkap Sukiman dalam.rapat yang di gelar Kamis (18/2)

Masih rendahnya serapan dana desa tersebut, sangat di sayangkan oleh Bupati Lotim, padahal dana desa tersebut diharapkan sebagai stimulus untuk menggerakan ekonomi masyarakat, terutama di tengah pandemic covid-19 yang hingga saat ini.masih terjadi

” Seluruh Camat diharapkan mampu mendorong desa, untuk segera memenuhi persyaratan pencairan dana desanya,” katanya

Sukiman juga memerintahkan Camat dan OPD terkait seperti BPKAD, Inspektorat, dan BPMD, untuk berkoordinasi dan bersinergi untuk menuntaskan persoalan tersebut, dengan carq menyederhanakan prosedur, dengan pertanggungjawaban jelas.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga membahas kasus covid-19 yang masih fluktuatif. Berdasarkan rilis terakhir Guugus Tugas Covid-19 Lombok Timur per-17 Februari 2021 kasus terkonfirmasi Covid-19 di daerah ini sebanyak 39 masih isolasi, 914 sembuh, dan 33 meninggal.

Hal ini merupakan angka yang relatif tinggi sehingga pemerintah tidak boleh diam.

” seluruh OPD untuk segera mengambil Langkah melakukan pencegagan terjadinya peningkqtanb kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur.

” Seluruh masyarakat juga di imbau untuk tetap mentaati protokol kesehatan, yang di mulai dari tingkat desa,” sebutnya

Lebih lanjut Bupati juga memerintahkan camat agar tak memberikan ijin untuk kegiatanan nyongkolam dan tradisi lainnya.

” Selutuh camat di perintahkan juga untuk melakukan pengecekan pelaksanaan protokol kesehatan di fasilitas publik, seperti masjid dan sekolah,” tegasnya,

Bupati juga meminta untuk diadakan test swab dengan metode sampling,

Hal ini terkait munculnya kasus baru di Pondok Pesantren yang umumnya merupakan kasus tidak bergejala.

Contac tracing yang cepat dan tepat juga dituntut untuk mencegah penyebaran lebih luas. Penggunaan metode rapid antigen diharapkan dapat mempercepat proses.

Metode ini dapat dilakukan oleh petugas Puskesmas yang ada di masing-masing wilayah dan telah diberi pelatihan memadai.

- Adv -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.