Memalukan! Mengaku Wartawan Minta Fee Proyek. PWI Lotim: Jangan Ladeni

167
kali tampilan.

LOMBOKita – Isu perbuatan tidak terpuji menerpa dunia jurnalistik di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat. Kabarnya, ada oknum yang mengaku diri sebagai wartawan ditengarai meminta fee proyek ke salah seorang pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di daerah ini.

Sekretaris Dinas PUPR Lotim, Lalu Fauzan Ansory saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/4/2019) mengaku belum mengetahui masalah tersebut.

“Saya akan kroscek ke bidang-bidang mengenai oknum yang dimaksud, apakah benar atau tidak,” kata Lalu Fauzan.

Ia menjelaskan, dirinya juga pernah didatangi oknum LSM dan oknum wartawan. Awalnya datang membawa kasus proyek, namun ujung-ujungnya oknum itu meminta duit.

Loading...

“Tapi itu pengalaman pribadi saya,” ucap Lalu Fauzan.

Lalu Fauzan berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada seluruh bidang maupun pejabat yang ada di Dinas PUPR agar lebih berhati-hati dengan oknum yang mengaku diri sebagai wartawan apalagi mengatasnamakan wartawan untuk mencari sesuatu di kantor.

“Bila perlu kami akan koordinasi dengan pimpinan media, organisasi kewartawanan yang ada di Lombok Timur,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, M. Rozikin saat dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan mengenai masalah tersebut. Namun pihaknya juga tidak akan melayani oknum yang mengatasnamakan orang lain maupun organisasi.

” Memang ada yang pernah datang menemui saya, tapi tidak membicarakan masalah itu,” singkatnya.

Di tempat terpisah, Plt Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lotim, H. Muludin meminta kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah ini untuk tidak mempercayai atau meladeni kalau ada oknum yang datang mencari sesuatu dengan mengatasnamakan organisasi kewartawanan.

“Sangat disayangkan kalau ada oknum yang mengatasnamakan teman-teman media untuk mencari fee proyek ke OPD. Jangan dilayani. Karena itu perbuatan kotor dan merusak citra profesi kewartawan,” tukas Muludin.

Ia menjelaskan, tugas seorang wartawan adalah untuk mencari dan menulis berita, bukan mencari proyek atau fee proyek.

” Sudah jelas tugas wartawan dalam UU Pers Nomor 40 tahun 1999, bukan tugasnya mencari proyek atau fee, dengan mengatasnamakan teman lain. Itu salah besar,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.