Cegah Berita Fitnah, AMSI NTB Gelar Pelatihan Cek Fakta

91
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Nusa Tenggara Barat menggelar pelatihan Cek Fakta, yang berlangsung selama dua hari, Sabtu – Minggu (23-24/11/2019).

Pelatihan Cek Fakta yang diikuti 40 orang pegiat media siber di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dilaksanakan di Gedung Graha Bhakti Kantor Gubernur NTB.

Kegiatan ini menghadirkan tim dari Google News Initiative, dilaksanakan serentak di 23 newsroom seluruh daerah di Indonesia.

Ketua AMSI NTB, TGH Fauzan Zakaria mengungkapkan, pelatihan Cek Fakta penting dilakukan untuk mencegah informasi bohong atau hoaks yang kini marak berseliweran di sejumlah media sosial.

“Kemajuan teknologi informasi saat ini membuat penyebaran berita bohong atau berita fitnah sangat mudah di tengah-tengah masyarakat,” kata TGH Fauzan Zakaria.

Loading...

Boss media Gerbang. id itu berharap ke depan pemerintah provinsi NTB maupun seluruh kabupaten / kota bisa bekerjasama dengan AMSI untuk membuat pelatihan dan penguatan kapasitas para pelaku media.

“Kami juga berharap ada kerjasama berkelanjutan pemprov maupun seluruh daerah di NTB dengan media terutama yang tergabung dalam AMSI,” ucap Fauzan Zakaria.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, I Gede Aryadi yang hadir membuka acara pelatihan tersebut mengungkapkan, kegiatan pelatihan Cek Fakta merupakan bagian mewujudkan harmonisasi di NTB.

Di tengah Provinsi NTB sedang menggalakkan daerah ramah investasi dan ramah pengunjung, informasi yang akurat adalah jawabannya demi mewujudkan NTB Gemilang.

“Mari kita sama-sama mewujudkan NTB Gemilang dengan menyajikan berita-berita yang benar dan berkualitas kepada masyarakat,” ajak I Gede Aryadi.

I Gede Aryadi menyebutkan, beberapa tantangan pelaku media, diantaranya masyarakat (publik) tidak lagi sekedar menjadi penerima informasi tetapi juga kerap bertindak sebagai pembuat dan penyebar informasi.

Tantangan lainnya, kata Aryadi, kemajuan teknologi sekarang ini dibutuhkan kecepatan, kualitas berita yang disajikan.

“Percuma informasi disampaikan secara tepat tetapi tidak berkualitas alias belum terkonfirmasi, malah bisa bikin gaduh dan bahkan bisa menjadi bumerang bagi kemajuan daerah,” kata Aryadi.

Aryadi menekankan, media wajib memverifikasi sumber informasi dan jangan dipublikasikan sebelum melakukan Cek Fakta.

“Perlu ada klarifikasi sebelum kita sajikan informasi akurat dengan data pendukung yang faktual, jangan hanya opini tanpa data yang akurat,” tutup Aryadi seraya membuka acara pelatihan Cek Fakta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.