China Pernah Kuasai Perekonomian Lombok Utara. Ini Buktinya!

3132
kali tampilan.
Salah satu bangunan yang dikatakan peninggalan pedagang China di Lombok Utara / Foto Sahnan Sutriadi
Loading...

LOMBOKita – Pedagang China dikatakan pernah menguasai perekonomian di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Meski saat ini, para pedagang China jarang terlihat di daerah Dayan Gunung ini.

Salah seorang budayawan asal Lombok Utara, Datu Artadi menuturkan, bahwa bukti China pernah menguasai perekonomian Lombok Utara dengan ditemukannya puluhan kubur warga China di daerah Tanjung yang letaknya tidak jauh dari pantai Sorong Jukung.

Datu Artadi memperkirakan, para pedagang China datang ke Lombok Utara sejak tahun 1800-an. “Hal ini terbukti dari beberapa batu nisan yang bertuliskan sekitar tahun-tahun tersebut,” kata Datu Artadi.

Menurut Artadi, pada tahun 1901, buyutnya yang waktu itu menjadi pemegang pemerintahan di daerah Sokong memerintahkan salah seorang saudagar China untuk membelikan emas gulungan yang digunakan untuk berbagai acara adat.

“Tahun 1940-1950 China dipimpin Kepala China Bernama Tong Sim Bo, kemudian tahun 1950-1965 digantikan oleh Tkhian Hin. Barulah setelah itu ada peraturan negara Indonesia memerintahkan bahwa China tidak boleh bertempat tinggal di kota Kecamatan. Sejak saat itu mereka kembali ke Cakranegara dan Mataram,” urai Datu Artadi.

Loading...

Dalam kesehariannya, menurut Artadi, para warga China itu melakukan perdagangan sebagai mata pencarian utama. Terlihat sisa-sisa toko peninggalannya yang tersebar di wilayah Tanjung yang berdiri tegak sampai saat ini.

Selain itu, tutur Artadi, para pedagang China ini menjual hasil bumi yang didapat dari Lombok Utara ke berbagai daerah di nusantara.

Sementara itu, Jasiati salah seorang warga yang berada di kuburan China Tanjung mengatakan bahwa keluarganya sering datang nyekar ke kuburan itu. Mereka biasanya datang saat saat hari besar agama China.

Selain kubur, di Gangga tepatnya di Desa Genggelang juga ditemukan rumah tua yang berumur ratusan tahun yang tiap undakannya dikelilingi guci China.

“Hal ini menadakan akulturasi China dan masyarakt Lombok Utara pernah terjalin mesra,” kata Jasiati. (nan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.