Dampak Gempa Lombok, Plafon Atap Bandara Ngurah Rai Berjatuhan

111
kali tampilan.
Plafon di atap bangunan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjatuhan akibat gempa Lombok dengan kekuatan 7.0 SR. (ist)
Plafon di atap bangunan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjatuhan akibat gempa Lombok dengan kekuatan 7.0 SR. (ist)

LOMBOKita – Plafon di atap bangunan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjatuhan akibat gempa Lombok dengan kekuatan 7.0 SR. Gempa itu tepatnya terjadi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018).

Tak ada calon penumpang yang menjadi korban jiwa. Adanya kerusakan tersebut dibenarkan oleh Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsan.

“Ada beberapa kerusakan minor di plafon Gedung Terminal karena guncangan yang cukup kuat,” jelasnya saat dihubungi Suara.com, Minggu malam.

Pihak Bandara I Gusti Ngurah akan dilakukan perbaikan secepatnya kurang dari 24 jam. Sebab tidak ada struktur bangunan yang rusak.

Baca berita terkait:  Gempa 7.0 SR Guncang NTB, Listrik Padam

Sementara fasilitas penerbangan seperti Runway, Taxiway dan Apron tidak terjadi kerusakan. Operasional land side dan air side juga normal.

“Sudah dilakukan pengecekan selama 10 menit di Airside untuk memastikan kehandalan fasilitas penerbangan dan dipastikan aman untuk penerbangan. Rekan-rekan operasional di lapangan sedang melakukan pemeriksaan struktur bangunan terminal secara keseluruhan,” katanya.

“Kami Angkasa Pura I meminta maaf atas ketidaknyamanan di area gedung terminal selama masa pembersihan dan perbaikan di gedung terminal,” tuturnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang tsunami akibat gempa Lombok di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat hanya sekitar 50 cm atau 0,5 meter. (Luh Wayanti)

1 KOMENTAR

Comments are closed.