Danrem Jelaskan Data Sementara Korban Gempa Susulan

77
kali tampilan.

LOMBOKita -Usai menggelar rapat bersama Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Ahyar, SH., Kadiv Humas Polda NTB Kombes Pol Aziz, BNPB, BPBD dan pihak terkait di Posko Media Center Lapangan Supersemar Kecamatan Tanjung KLU, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., selaku Dansatgas Penangulangan Darurat Bencana Alam Gempa Lombok NTB dalam wawancaranya dengan sejumlah media menyampaikan terkait kondisi terakhir korban pasca gempa susulan berkekuatan 7 Skala Richter.

“Hingga saat ini jumlah korban jiwa sebanyak 385 berdasar data dari Babinsa, Babinkamtibmas dan Kades (Muspides) sedangkan yang sudah tercatat dengan surat kematian dari Dinas Dukcapil sebanyak 257 orang”, sebutnya.

Dilanjutkannya, jumlah pengungsi yang sudah terdata dititik pengungsian sebanyak 24.595 orang diluar pengungsi yang mendirikan tenda di dekat rumahnya dengan alasan keamanan.

“Data jumlah rumah yang rusak untuk sementara sebanyak 7.384 dengan yang paling banyak ada di Kecamatan Bayan dan Kayangan hampir 90-95 persen. Sedangkan untuk sarana pendidikan yang mengalami kerusakan sebanyak 458 sekolahan”, kata Rizal.

Selain itu, Rizal juga menjelaskan bahwa Posko pengungsi berupaya untuk menyatukan para pengungsi untuk memudahkan dorongan logistik (Dorlog) karena kalau makin banyak Posko dengan keterbatasan logistik dan alat dorong logistik akan menyulitkan dalam pendistribusiannya.

Dijelaskannya, bagi lokasi yang sulit dijangkau akan menggunakan Helly untuk pendistribusian logistik seperti tadi di Dusun Jangkar dan sokong, Dorlognya berupa makanan, obat-obatan, selimut, alat mandi dan tenda.

Kendala yang dihadapi menurut Rizal, minimnya alat spesialisasi Hammer Jacker untuk menghancurkan tembok beton sehingga mengalami kesulitan dalam mengevakuasi korban.

Adapun upaya yang dilakukan untuk meminimalisir adanya tambahan korban jiwa apabila ada gempa susulan, Danrem 162/WB memberikan sosialisasi melalui Muspides, agar mencari tempat-tempat terbuka seperti persawahan dan lapangan yang jauh dari bangunan dan pohon besar untuk mengurangi resiko korban berikutnya.

Rizal juga menyampaikan untuk bantuan dari luar negeri hingga saat ini belum ada petunjuk atau izin dari Pemerintah Pusat sehingga bantuan tersebut ditahan dulu sambil menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat.

Orang nomor satu dijajaran Korem 162/WB juha menjelaskan terkait dengan minimnya MCK portable ditempat pengungsian. “MCK masih terbatas namun sudah berupaya dengan Dinas PU untuk membangun MCK karena mereka akan tinggal dalam jangka waktu yang lumayan lama”, pungkasnya.