Dermaga Labuhan Haji Hasilkan PAD Rp154 Juta

483
kali tampilan.
Bupati Lombok Timur HM Ali Bin Dachlan / foto: Dimyati

LOMBOKita – Upaya peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari dermaga Labuhan Haji, Bupati Lombok Timur HM Ali Bin Dachlan melakukan penandatangan MoU dengan PT Manggala Surya Energi di Rupatama Kantor Bupati, Kamis (1/2/2018).

Penandatanganan ini terkait sewa lahan yang ada di area dermaga Labuhan Haji, Lombok Timur

Diantara areal yang disewakan tersebut yaitu lahan parkir I, II dan bangunan kantor dengan luas 3.772,23 M2.

Perhitungan sewa gedung atau bangunan dan lahan parkir tersebut diatas sesuai dengan Peraturan Bupati Lombok Timur dengan nilai sewa pertahun sebesar Rp154.233.900,-

Bupati Lombok Timur, H. Moch. Ali Bin Dachlan dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian kecil kegiatan Pemerintah Lombok Timur untuk terus menerus melakukan pembangunan di daerah Patuh Karya ini.

Pelabuhan tahun ini akan dikeruk dengan anggaran Rp40 Miliar. “Sudah banyak perusahaan menunggu pelabuhan Labuhan Haji ini cepat jadi,” tandas Bupati Ali.

Menurutnya, dermaga Labuhan Haji merupakan salah satu sumber ekonomi rakyat, sehingga masyarakat menjadi sejahtera.

“Meski pelabuhan belum jadi, namun sudah banyak menghasilkan PAD, apalagi kalau sudah jadi,” katanya.

Dikatakan Ali, lahan yang disewakan tersebut akan dijadikan sebagai tempat menampung BBM jenis solar.

“Dari sewa ini pertahun pemkab akan mendapatkan PAD Rp154 juta,” jelasnya seraya berharap pihak perusahan bisa berinvestasi di bidang lain.

“Silakan mantaatkan fasilitas yang disewa ini sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT. Manggala Surya Energi, Hari Agung Witjaksono memberikan apresiasi terhadap Pemkab Lotim yang telah berikan kesempatan untuk berinvestasi di Lombok Timur.

“Kehadiran PT MSE di Lotim salah satunya agar terpenuhi kebutuhan solar bidang industri, dengan harapan ke depan sektor industri dapat memenuhi kebutuhan di masyarakat Lombok Timur,” paparnya.

Misi PT. MSE menurut Hari, mengedepankan masalah legalitas. Solar yang didatangkan ini bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan harga yang layak.

Ada regulasi untuk membantu ketahanan energi ditekankan untuk mengkaper dua bulan ke depan, sehingga harus mempersiapkan 2 kali lipat dari kebutuhan masyarakat yang 1000 kilo liter perbulan harus disiapkan,

“Kami berharap masyarakat Lombok Timur dapat menerima dengan baik termasuk kenyaman dan keamanan tetap terjaga,” pungkasnya. (dy)