Desa Genggelang Tawarkan Ragam Wisata Eksotis bagi Pengunjung

65
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat tidak hanya memiliki pesona wisata bahari, namun juga kaya adat-istiadat dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Ragam wisata eksotis juga ditawarkan oleh beberapa desa wisata. Salah satunya Desa Genggelang di Kecamatan Gangga.

Menjadi salah satu desa wisata yang ditujukan untuk menyongsong kebangkitan pariwisata Lombok Utara pasca dihantam bencana gempa 2018 silam dan Covid-19.

Desa Wisata Genggelang menawarkan beragam objek wisata menarik untuk pengunjung, mulai dari Wisata Tiu Pituq, Kampung Cokelat, Rumah Pohon, Air Terjun Kerta Gangga, Festival Sangah Kopi dan sebagainya

Selain itu, berbagai spot selfie bagi para pecinta photography pun disediakan di lokasi wisata ini dengan dipadukan dengan stand UMKM yang menyediakan produk-produk lokal khas Desa Genggelang.

Ragam wisata tersebut dijadikan menjadi satu paket komplit wisata Desa Genggelang, yang diresmikan oleh Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, Sabtu (26/12/2020).

Loading...

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar saat meresmikan pembukaan Desa Wisata Genggelang mengatakan, pembukaan destinasi wisata ini ditujukan untuk membangun semangat recovery pariwisata Lombok Utara. Pembukaan ini juga, kata dia, diharapkan memicu objek-objek wisata di sekitar lokasi tersebut dapat kembali dikunjungi oleh wisatawan.

“Saya menyaksikan semangat yang luar biasa dari Pokdarwis kita, juga aparatur desa, dusun dan harapan saya kedepan semua lokasi wisata yang ada di Desa Genggelang ini bisa dikunjungi kembali oleh wisatawan kita,” ujar Bupati.

Optimisme kebangkitan pariwisata di Desa Genggelang, kata Najmul, cukup tinggi mengingat 60.000 wisatawan domestik serta ribuan wisatawan asing telah datang ke tempat ini. Sehingga, hal itu tidak menutup kemungkinan Wisata Desa Genggelang menjadi desa wisata terkemuka, tidak hanya di Lombok Utara tapi juga di level nasional.

“Saya optimis pada masa mendatang, Genggelang menjadi desa wisata terkemuka, tidak hanya di Lombok Utara tapi juga di level nasional. Kita tahu bahwa ada dua desa wisata nasional yaitu Kerujuk dan Gumantar yang menjadi nominator nasional tahun ini,” imbuh dia.

Keyakinan bahwa Genggelang bisa menjadi salah satu desa wisata andalan nasional didukung oleh UNDP dan Paluma beserta masyarakat begitu antusias. Sehingga Najmul berpesan kepada Pokdarwis untuk memajukan potensi wisata sehingga menjadi salah satu wisata andalan di Lombok Utara.

Sementara itu, Kepala Desa Genggelang Almaududi mengatakan, launching desa wisata Genggelang merupakan niatan dari beberapa tahun silam. Hal itu, kata dia, cukup lama direncanakan dengan Paluma dan UNDP. Bagaimana menggerakkan ekonomi yang ada di desa.

Dikatakannya, Desa Genggelang memiliki potensi wisata, potensi yang diinisiasi supaya bisa berkolaborasi dan memulai kegiatan-kegiatan menjalankan fungsi destinasi wisata yang ada di Desa Genggelang.

“Selain potensi perkebunan, kita juga mempunyai potensi pertanian yang harus digerakkan kembali. Karena potensi ini subur untuk dikembangkan serta geliat-geliat pariwisata sehingga upaya pariwisata di tingkat desa kita gerakkan bersama -sama,” urainya.

“Mudah-mudahan kebangkitan pariwisata membangkitkan semangat Pokdarwis yang ada, dari tujuh Pokdarwis baru empat yang mulai berbenah, saya berharap tiga Pokdarwis lainnya mulai mengikuti,” sambungnya.

Koordinator Program PETRA UNDP Zaenudin dalam sambutannya menyampaikan kegiatan pihaknya di KLU ada beberapa pembangunan infrastruktur. Ada pembangunan SMK Negeri Genggelang, dimulai pertengahan November, SMK 1 Tanjung, SMK Kayangan, dan SMK Pemenang serta 8 Pustu yang dibangun. Satu diantaranya, ada di Desa Genggelang yaitu Pustu Gangga.

Dijelaskannya pula, selain infrastruktur UNDP bekerja sama dengan Paluma memberikan dukungan untuk pembangunan infrastruktur masyarakat seperti Pasar Genggelang sudah rampung 100 persen. Dalam waktu dekat, rencananya serah terima, kemudian jaringan air bersih di Desa Sambik Elen dalam waktu dekat rencananya juga diserahterimakan, agar bisa cepat bermanfaat.

“Selain kegiatan fisik UNDP melalui mitra di Paluma Nusantara juga memberikan dukungan untuk pemulihan kehidupan pasca-recovery seperti kegiatan ecogreen. Kegiatan lain pendampingan Pokdarwis memperkuat kelembagaan Pokdarwis di Desa Genggelang,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjutnya, kendati kegiatan UNDP sifatnya stimulus hanya setahun, tetapi telah mulai terlihat hasilnya. Dengan ownership kemitraan antara Pemdes dan Pemda, kegiatan di dua desa yakni Sambik Elen dan Genggelang.

“Dari sisi target yang dipilih bisa menyasar fasilitas yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

Acara tersrbut, dihadiri pula anggota DPRD KLU Hakamah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah KLU Lalu Suratman, unsur UNDP, Perwakilan Paluma Umi Azizah, Ketua Pokdarwis Desa Genggelang Fahrurizal serta tamu undangan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.