Wisata Desa Tetebatu Selatan Merasa Dilupakan Pemerintah

216
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Salah satu desa destinasi wisata andalan Lombok Timur, Desa Tetebatu Selatan yang merupakan pintu masuk kawasan Tetebatu, Kembang Kuning dan Jeruk Manis,  merasa dilupakan dari aspek penataan. Padahal, penataan desa wisata desa  lain mendapat kecipratan dana masing-masing Rp 500 juta,

“Desa Tetebagu Selatan merupakan pintu masuk tiga destinasi, tetapi justru sebagai pintu masuk dilupakan,” ungkap Ketua Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lotim yang juga pelaku wisata Desa Tetebatu Selatan, Lalu Zainul Fadli .

Menurut Fadil, dari sisi obyek wisata dan syarat menjadi desa wisata sudah sangat lengkap. “Desa Tetebatu Selatan sudah lama menjadi destinasi wisata yang mengandalkan keindahan alam,” ucapnya.

Disebutkan, di desa Tetebatu Selatan puluhan homestay dan restoran sudah lama berdiri dan beroperasi.

“Sebagai pintu masuk,perlu pembenahan terutama infrastruktur jalan,” sebutnya. Sementara kondisi sekarang terlihat kumuh dan jalan banyak berlubang.

“Para wisatawan yang datang selalu mengeluhkan jalan berlubang, saat datang ke desa Tetebatu Selatan,” sebutnya.

Hal aenada juga diungkapkan Maad Adnan, anggota BPD Desa Tetebatu Selatan. Menurutnya, Desa Tetebatu sudah lama dimasukkan dalam daftar Desa Wisata di tingkat provinsi, Saat launching 99 desa wisata se NTB, Akan tetapi, belakangan nama Tetebatu Selatan hilang dari daftar.

“Kita juga heran, padahal waktu launching dulu kita diundang,dan dari dinas sendiri menyatakan tetebatu selatan sudah layak,sebagai desa wisata,” katanya.

dikatakan Maad, saat ini Desa Tetebatu Selatan perlu penataan. Wajah dari destinasi wisata Tetebatu ada di Tetebatu Selatan. “Kita hanya tuntut janji pemerintah,” ucapnya.

Apalagi saat ini, pengembangan destinasi tidak lagi pendekatannya dengan konsep kawasan. Namun melalui desa-desa wisata.

Plt Kepala Desa Tetebatu Selatan, Mutawalli juga mengatakan pihak Desa sebenarnya ingin melakukan penataan sendiri dengan menggunakan alokasi dana desa. tetapi,  terbentur kewenangan yang terbatas. Seperti perbaikan jalan umum yang merupakan wewenang pemerintah kabupaten. Begitupun penerangan lampu jalannya.

“Desa tidak punya kewenangan sesa mengerjakan apa yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan provinsi,” ucapNya.

Sesuai usulan warga dan para pelaku wisata lainnya, Pemerintah Desa Tetebatu Selatan ini mengaku sudah berulang kali usulkan tapi tak ada respon dari pemerintah.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Syamsul Hakim  dikonfirmasi mengaku sudah merencanakan untuk penataan destinasi wisata Tetebatu Selatan dan sekitarnya.

“Semua destinasi wisata sudah masuk dalam daftar usulan penataan. tetapi, tetap mengacu pada kemampuan anggaran yang diberikan,” kilahnya.

Diluar kemampuan APBD Kabupaten, usulan penataan destinasi sudah disampaikan ke Kementerian dan Pemerintah Provinsi. Tetebatu induk dan Kembang Kuning diakui tahun 2019 ini sudah diberikan masing-masing Rp 500 juta.

“Insya Allah untuk Tetebatu Selatan tahun 2020, mudah-mudahan bisa tercover” ucapnya.

Tetebatu Selatan diakui masuk yang tertunda. Meski demikian, semua akan dikerjakan. Termasuk penataan penerangan jalan yang menjadi keluhan dari para pelaku wisata dan wisatawan.

Tetebatu Selatan sebutnya masuk sebagai desa wisata. “Sudah lama Tetebatu Selatan ini masuk sebagai desa wisata dengan SK Dispar Lotim,” jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.