Dewan Bantu Korban Banjir Praya Timur

52
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Sejumlah wilayah di Kecamatan Praya Timur dan Kecamatan Janapria dilanda banjir akibat tingginya intensitas hujan di wilayah timur Lombok Tengah sejak beberapa hari terakhir.

Bencana banjir di wilayah Kecamatan Janapria dan Praya Timur ini hampir bersamaan dengan kejadian bencana banjir yang menerjang wilayah perbatasan Lombok Timur yakni Desa Sepit Kecamatan Keruak hingga beberapa desa lainnya di wilayah Kecamatan Jerowaru.

Catatan Lombokita.com, sedikitnya ada 11 desa di Kabupaten Lombok Timur yang dilanda banjir bandang. Sementara di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, hanya berdampak pada Sembilan desa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah H Muhammad menerangkan, bencana banjir yang datang secara mendadak itu telah mengakibatkan meluapnya beberapa aliran sungai dan embung-embung rakyat di sekitar tempat tinggal warga.

Salah satu embung yang paling dekat dengan rumah warga Lekor Kecamatan Janapria yakni Embung Berenge, yang meluap hingga membuat seluruh saluran irigasi warga dan lahan persawahan.

Loading...

“Beberapa desa yang terdampak banjir akibat luapan embung Berenge ini antara lain Desa Lekor, Loang Maka, Janapria, Saba, Beleka Induk, Beleka Daye, Ganti, Jeruk Puri dan Semoyang,” jelas H Muhammad.

Ia mengungkapkan, tingginya curah hujan yang terjadi sejak, Sabtu (17/11) pukul 16.00 Wita hingga pukul 17.30 Wita dan penyempitan sungai diduga sebagai penyebab utama kejadian tersebut. Namun, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa.

“Saat ini kondisi air sudah mulai surut sejak pukul 03.00 Wita, Minggu (19/11),” ujarnya.

Mantan Kabag Aset Setda Pemkab Loteng menuturkan untuk Desa Ganti ada empat dusun yang terkena banjir, yakni Dusun Rentang I, Rentang 2, Nyangkat, Matek Maling. Jumlah warga yang terdampak sekitar 280 kepala keluarga (KK).

“Paling parah terjadi di Dusun Rentang Desa Penekaran Jero Puri, Praya Timur. Jumlah yang dampak 63 rumah dari 220 KK,” terangnya.

Untuk desa lain terang Muhammad, tim sedang turun melakukan pendataan. Sedangkan, warga yang terkena dampak banjir akan diberikan bantuan, baik itu berupa semen, asbes dan lainnya. Sedangkan kalau yang parah akan dijadikan bahan usulan agar diberikan rehab rumah. “Kalau saat ini kita sudah berikan bantuan, baik makanan dan air bersih,” ujarnya.

Menurut Muhammad, banjir yang terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari itu merupakan yang paling parah dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir di Kabupaten Lombok Tengah.

Bencana banjir yang terjadi sekitar pukul 20.00 wita Sabtu Malam, di Dusun Batu Bungus Selatan desa Janapria, kecamatan Janapria salah satu gudang bangunan roboh. Bahkan, bahan bangunan milik H Husen hampir semua ikut hanyut dan tergerus air. Seperti, semen sebanyak 250 sak, pipa, argo dan lainnya. “Diprediksi total kerugian sekitar Rp 100 juta,” terang anaknya, Sahuni.

Begitu pula di Dusun Melati Desa Saba, salah satu warga, Amaq Masrus tidak bisa berbuat apa, karena semua barang berharga ikut hanyut dan tergerus air. Pasalnya air naik dengan ketinggian 2 meter barengi dengan arus air yang keras .

“Untung istrinya yang masih sendirian di dalam rumah bisa selamatkan dirinya. Kalau barangnya dia (Inak Saleh istri Amaq Masrus) tinggalkan, hanya selamatkan dirinya saja,” ungka saksi mata, Sahidun didampingi Kadus Melati, Hairul Ishak.

Selain itu, di Jembe Timur Desa Saba, Janapria pun sejumlah tembok pembatas warga roboh. Bahkan salah satu warga, Sugiarta gabahnya sebanyak 30 karung ikut tergerus air. “Tidak hanya itu, air pun naik sampai satu meter,” terang Satriadi adek Sugiarta.

Untuk membantu para korban bencana banjir itu, Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah segera turun meninjau lokasi di Desa Beleka sambil memberikan bantuan logistik yang dibutuhkan warga, Selasa (21/11/2017),

Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi II M Samsoel Qomar itu mendapat sambutan hangat para warga yang berada di daerah pinggiran sungai atau yang terdampak bencana banjir.

“Terima kasih bapak Dewan atas bantuan yang diberikan. Kami merasa terharu menerima bantuan ini,” ucap Papuq Sairah, salah seorang warga yang terdampak bencana banjir.

Bantuan yang diberikan itu, kata Samsoel Qomar, hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama untuk sekedar meringankan beban warga yang sedang dilanda musibah. “Apa yang kami berikan ini sebetulnya tidak seberapa, tapi kami ikhlas memberikannya semoga bermanfaat dan bernilai ibadah,” kata Samsoel Qomar yang menyerahkan bantuan bersama Pemuda Pancasila Lombok Tengah.

Samsul Qomar mengaku sangat prihatin atas bencana yang menimpa warga ini. Karena itu, politisi Partai Demokrat ini berpesan agar warga yang dilanda musibah tetap ikhlas dan sabar menerima ujian.

“Insya Alloh, nanti juga kami atas nama lembaga dewan dan Pemuda Pancasila akan menurunkan tim medis untuk memeriksa kesehatan para warga yang terdampak banjir. Bantuan ini kami gratiskan untuk pemeriksaan kesehatan masyarakat,” tandas Samsoel Qomar.

Terhadap meluapnya embung yang ditengarai sebagai penyebab banjir, Samsoel Qomar berjanji akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah agar segera melakukan revitalisasi embung-embung rakyat dan perbaikan saluran irigasi, sehingga kejadian serupa tidak perlu terulang kembali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.