Di Lotim Belum Dibagikan, Ali BD Malah Kirim Bantuan ke KLU

BPBD Bilang Stock Logistik Habis

237
kali tampilan.

LOMBOKita – ‎Bupati Lombok Timur, HM. Ali BD menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara (KLU), sementara korban gempa susulan di empat kecamatan di wilayah yang dipimpinnya belum mendapatkan bantuan logistik dari pemerintah daerah setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur mengaku kehabisan stock bantuan logistik untuk makanan siap saji, sehingga akan mengajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kasihan kita lihat warga korban gempa KLU dua hari tidak makan, sehingga kita bawakan bantuan dengan menggunakan dana Zakat,” kata Ali BD kepada wartawan di sela-sela peresmian Kebun Raya Lemor, Rabu (8/8/2018).


Berita terkait:

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pringgebaya, Ahmad Masfu’ mengaku sampai saat ini pengungsi yang ada di wilayah Kecamatan Pringgabaya bersama dengan di Suele, Montong Gading belum mendapatkan bantuan logistik dari Pemkab Lotim.

Pihaknya telah memberikan data mengenai jumlah korban yang mengungsi akibat gempa susulan yang terjadi.

“Dari hasil komunikasi dengan beberapa camat yang terkena dampak gempa itu mengakui belum ada bantuan logistik dari pemerintah daerah,” ujar Ahmad Masfu’.

Ia menambahkan pihaknya juga melakukan komunikasi dengan pihak BPBD Lotim untuk meminta tenda dan logistik untuk pengungsi. Akan tapi sudah tidak ada stok karena sudah habis dibagikan ke para pengungsi yang ada di kecamatan lainnya.

Karena seharusnya untuk masalah logistik  tidak berbelit-belit,mengingat kebutuhan mendesak warga di lokasi pengungsian. Dengan tidak harus menunggu data masuk baru diberikan,terkecuali kalau masalah bantuan rehap rumah rusak itu baru harus lengkap.

” Masak harus mengajukan data korban gempa dulu baru dikeluarkan bantuan logistiknya,tapi nyatanya sudah diberikan data akan tapi bantuan logistik tidak kunjung datang,hanya masih berasal dari swadaya masyarakat saja,” tegasnya ‎

Sementara saat ditanya mengenai masalah dana tanggal darurat sebesar Rp 8 Milyar yang dikatakan Sekda Lotim di media. Menurut Camat Pringgebaya, tidak kita dengar itu sampai saat ini.

Bahkan saat melakukan koordinasi ke BPBD Lotim‎ belum ada keluar dana tanggap darurat dari pemerintah daerah. Sehingga ini yang ditunggu dari BPBD. Saat dirinya datang melakukan koordinasi untuk minta logistik bagi warga kami yang menjadi korban gempa.‎

“BPBD bilang belum turun dana tanggap darurat dari pemerintah daerah,” ujar Camat Pringgebaya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Lotim, L.Rusnan mengatakan dana tanggap darurat yang keluar baru dari BNPB atau pemerintah pusat. Termasuk bantuan logistik makanan siap saji juga,akan tapi saat ini sudah habis.

Dengan jumlah anggaran yang sudah masuk ke rekening BPBD dari pusat sebesar Rp 35 Milyar dari data yang masuk. Belum ada penambahan data lagi khusus untuk yang di Sembalun dan Sambelia,belum di tempat yang lain.‎

” Dana dari BNPB untuk korban gempa Sambelia dan Sambelia yang sudah keluar,dengan masuk rekening masing-masing korban yang sudah datanya jelas untuk dicairkan,” tegas Rusnan.

Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, Ahmad Subhan mengatakan semua pengungsi tentu akan mendapatkan bantuan logistik dari tim tanggap darurat, tapi harus melalui mekanisme terutama data pengungsi dan korban harus jelas.‎