Di Lotim, Honorer Baru Dapat SK, Honorer Lama Tunggu Pilpres

1392
kali tampilan.
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy dan H. Rumaksi SJ

LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dibawah kepemimpinan HM. Sukiman Azmy dan Wakil Bupati, H. Rumaksi SJ melakukan verifikasi ribuan tenaga honorer daerah (Honda) di daerah itu. Verifikasi dilakukan sejak awal pemerintahan, sesuai masa kerja masing-masing tenaga honorer.

Namun kenyataannya justru tenaga honorer yang telah lama mengabdi melakukan protes atas kebijakan pemerintah daerah itu, karena mengangkat lagi tenaga honorer baru. Bahkan, tenaga honorer yang baru tersebut justru mendapatkan SK Bupati terlebih dahulu ketimbang tenaga honorer yang telah “lumutan” mengabdi di daerah Patuh Karya itu.

Muncul pertanyaan, di kalangan para tenaga honorer, sudah adilkah Bupati dan Wakil Bupati terhadap tenaga honorer daerah, atau malah sebaliknya?

“Katanya Bupati akan memberikan keadilan kepada tenaga honorer, akan tapi kenapa tenaga honorer baru yang lebih dahulu diberikan SK ketimbang kami yang telah lama mengabdi,” kata para tenaga honorer yang enggan minta identitasnya tidak disebut.

Loading...

Anehnya lagi, gaji para tenaga honor yang baru kelihatan batang hidungnya itu berasal dari APBD. Terutama yang ditempatkan di Sekreriat daerah, sedangkan honorer yang lama malah diambilkan dari kegiatan.

Meskipun ada diantara tenaga honorer yang lama juga honornya berasal dari APBD. Namun itupun tidak semuanya, sehingga memunculkan kesenjangan diantara tenaga honorer yang lama dengan yang baru.

“Masak kami yang sudah lama honor berasal dari kegiatan, sedangkan yang baru dari Dipa APBD, apakah ini namanya keadilan,” ujar para tenaga honorer.

Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) Lombok Timur, M. Khairi saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon genggamnya oleh Lombokita.com, tidak menerima telpon tersebut meski terdengar nada sambungan.

Sebelumnya, di hadapan para awak media, Kepala BKSDM Lotim menegaskan mengenai SK tenaga honorer akan dikeluarkan setelah selesai Pemilu 17 April 2019 mendatang.

“SK tenaga honorer akan dikeluarkan setelah Pileg dan Pilpres mendatang,” tegas Khairi.

Di tempat terpisah, Sekretaris BKSDM Lalu Alwan Wijaya menegaskan, SK tenaga honorer daerah sudah keluar, akan tapi belum semuanya. Dimana yang sudah keluar adalah Sekretariat Daerah, Dokter dan organisasi perangkat daerah yang kecil-kecil, sedangkan untuk kesehatan dan dinas pendidikan yang tenaga honorernya dalam jumlah banyak belum keluar.

Saat ditanya mengenai honor bagi tenaga honorer baru yang berasal dari APBD dan honorer lama dari kegiatan, Alwan Wijaya tidak berani memberikan penjelasan.

“Kalau masalah itu, silakan konfirmasi ke Kaban dan Kabid yang menangani bidang tersebut,” katanya berkelit.

Demikian pula dengan Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menegaskan, evaluasi yang dilakukan terhadap tenaga honorer dalam memberikan rasa keadilan, dengan melihat klasifikasi masa mengabdi menjadi tenaga honorer di daerah yang dipimpinnya itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.