Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Muhammad Zainul Majdi, MA mengungkap kiat sukses dalam membangun dan mengembangkan wisata halal di daerah yang dipimpinnya itu.

Atas keberhasilannya itu juga, Gubernur NTB dua periode itu kerap diundang berbagai kalangan di berbagai provinsi menjadi narasumber dan memberikan kuliah umum hingga ceramah agama dan kebangsaan di sejumlah lembaga perguruan tinggi tanah air.

Pada acara Seminar Nasional Pariwisata bertajuk Menata Potensi Wisata dan Dukungan Infrastruktur Menuju Industri Pariwisata Yang Modern di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, Rabu (7/2/2018), TGB secara blak-blakan membuka rahasia bagaimana NTB menjadi salah satu destinasi utama wisata halal dunia saat ini.

TGB menyampaikan empat strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan pariwisata, yakni pertama yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk mengelola pariwisata adalah membentuk visi yang kuat.

“Kami keliling ke semua kabupaten/kota, berdikusi dan berbicara dengan bupati dan walikota serta DPRD untuk menyamakan dan memperkuat visi bahwa pariwisata adalah sektor andalan NTB. Ketika ada kesamaan visi, gerak antara provinsi dan kabupaten/kota akan bisa sinergi dalam mengembangkan pariwisata”, jelas Gubernur Hafizd Al-Qur’an tersebut.

Strategi kedua, menurut TGB, adalah membentuk payung hukum atau regulasi yang menjamin pariwisata bisa berkelanjutan.

“NTB adalah satu dari beberapa provinsi yang regulasinya pariwisata paling lengkap. Jadi tidak hanya pembentukan perda dan pergub sifatnya sektoral tapi juga masuk di Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Lima Tahunan Daerah”, jelas gubernur di hadapan narasumber lain, yakni Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan Staf Ahli Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Adang Saf Ahmad.

Strategi ketiga, lanjut TGB, adalah mengintegrasikan pariwisata itu dengan sektor lain. Salah satu di antaranya adalah dengan infrastruktur.

“Bicara pariwisata, tidak bisa sektoral, namun harus integrative. Dan yang keempat, adalah inovasi dan kreativitas,” ungkap alumni Universitas Al Azhar Kairo itu.