Dialog dengan Dai Kesehatan di Lombok, Ma’ruf Amin Berbagi Resep Cegah Stunting

59
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin berbagi resep cara pencegahan stunting saat berdialog dengan sejumlah Dai Kesehatan se Nusa Tenggara Barat di KEK Mandalika Kuta Kecamatan Pujut, Kamis (20/02/2020).

Menurut KH Ma’ruf Amin, langkah pertama yang harus dilakukan pasangan suami istri adalah memahami bagaimana menjaga kehamilan, kecukupan gizi ibu dan calon janin serta bagaimana kesiapan dalam menjaga dan mendidik anak.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

“Kalau sudah ibu-ibu jangan kelebihan diet dan jangan takut makan kalau sudah hamil, penuhi gizi dan nutrisi biar anak juga tidak kekurangan asupan gizi,” ungkap KH Ma’ruf Amin saat berdialog dengan sejumlah Dai Kesehatan se Nusa Tenggara Barat di Bazaar Mandalika, KEK Mandalika Lombok, Kamis (20/02/2020).

Hal paling utama yang harus diberikan kepada anak, menurut KH Ma’ruf Amin, adalah memberikan air susu ibu, atau yang dalam Alqur’an disebut dengan istilah “Alluba” atau air susu ibu yang baru melahirkan.

Karenanya, kata Ma’ruf Amin, anak hendaknya jangan dipisahkan antara ibu dan anak untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) hingga dua tahun cukup.

Loading...

“Kandungan air susu ibu itu sangat luar biasa bagi pertumbuhan dan perkembangan anak,” jelas Ma’ruf Amin yang didampingi istrinya, Gubernur NTB Zulkifliemansyah bersama istri dan Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir menegaskan, pemerintahanan Jokowi-Ma’ruf Amin tidak ingin meninggalkan generasi lemah, baik secara pisik, mental, pendidikan maupun kesehatan.

Kalau pun tidak memberikan ASI selama dua tahun penuh, lanjut Wapres, hendaknya ada izin dari suami serta hasil konsultasi dengan dokter kesehatan.

Ma’ruf Amin juga menjelaskan, calon ibu harus mampu menjaga si jabang bayi 1.000 hari sejak awal kehamilan. Karena itu adalah proses awal bagi kesehatan pertumbuhan anak.

Wapres Ma’ruf Amin kembali menegaskan agar pasangan calon pengantin harus benar-benar matang sebelum melangsungkan pernikahan.

‘Baik itu matang usia, matang berpikir dan matang secara finansial,” imbuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.