Dishub Provinsi NTB Luncurkan Program Bela Beli Produk lokal Usaha Mikro

LOTIM Lombokita – Dinas Perhubungan Provinsi NTB bekerjasama dengan Kantor Unit Penyelenggara pelabuhan Labuhan Lombok dan Gapesdap Cabang Kayangan, bertempat di salah satu amada laut Dermaga Pelabuhan Kayangan, Rabu (3/3) meluncurkan program bela beli produk lokal usaha mikro dan menengah (UMKM).

Kegiatan yang di buka Asisten II Setdaprov NTB H Ridwan Syah ini, dengan pemotongan pita, dihadiri Kepala Dinas Perhubungan NTB L Bayu Windya, Kepala kantor Unit Penyelenggara Perlabuhan Labuhan Lombok Sentot Ismudianto Kuncoro, termasuk pihak perusahan CV Sejahtera Lestari.

termasuk juga PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan juga sebagai salah satu pihak yang ikut mendukung kegiatan program UMKM. tersebut,

.PT. ASDP Cabang Kayangan sebagai operator di Pelabuhan yang melayani lintasan Kayangan – Pototano akan bekerjasama dengan pengelola UMKM dalam mensukseskan kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat

Asisten II Setda Prov NTB H Ridwan Syah dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada pihak Dishub dan Unit PPL atas terselenggaranya kegiatan peluncuran program bela beli produk lokal ini.

“Program ini salah satu langkah pemulihan ekonomi masyarakat, akibat pandemi covid 19,” ungkapnya.

Program unggulan bela beli produk lokal UMKM ini, menurut Ridwan, dengan membela saja tak cukup, tetapi hasil produk itu di beli, sehingga pemerintah provinsi melalui Dinas Perhubungan, melakukan kerjsama dengan salah satu perusaan kapal yang ada di pelbuahan Katangan – Pototano, yang nantinya akan menjual hasil produk lokal UMKM tersebut.

“Dengan adanya pasar ini, nantinya UMKM ini akan bersaing, untuk memasukkan produknya,” ucapnya, seraya mengatakan, akan sangat lucu kita memiliki produk lokal untuk di pasarkan, justru mendatangkan produk dari luar .

Untuk pemasaran produknya nantinya, menurut Ridwan,para UMKM akan mulai bersaing, dengan meningkatkan kualitas, kuantitas hasil produk yang di buat, termasuk produk yang di buatpun harus kontinyu, agar penikmat hasil produk tak kesulitas untuk mendapatkannya.

“Ini salah satu langkah pemerintah dalam melakukan pemulihan sosial ekonomi, imbas dari pandemi Covid 19, dengan mengembangka keberadaan UMKM,” katanya.

Dengan pengembangan UMKM ini, dikatakan Ridwan, maka akan terjadi persaingan antar UMKM, mereka terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya,

“Ini bukan barang baru, tetapi puluhan tahun berjuang, tapi tak pernah dapatkan akses, dan baru kali ini akses itu di dapat,” jelasnya, sehingga dengan adanya akses ini UMKM untuk dimanfaatkan, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas.

“Untuk bersaing, tunjukkan kualitas, jangan hanya kuantitas saja, termasuk kontinyuitas untuk keberlanjutan,” katanya.seraya berpesan agar jangan sampai hangat hangat saja, setelah itu lenyap.

Ridwan juga mengatakan,dalam persaingan memasarkan hasil produk tersebut, UMKM tak bisa memaksa orang lain untuk membeli hasil produknya, tetapi berilah sajian yang baik dan berkualitas, sehingga orang orang akan memburu hasil produk yang di produksi oleh UMKM tersebut.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan NTB L Bayu Windya, Peluncuran program bela beli produk lokal UMKM di kapal penyebrangan, merupakan program unggulan industrialiasi , dari produk besar sampai kecil,

“Biar tak salah sangka, selama ini, yang dinilai program unggulan pabrik besar saja, tetapi juga untuk program lokasl yaitu UMKM,” sebutnya.

Kita bangga dan dukung pertumbuhan produk lolal dalam meningkatkan perekonomian msayrakat kearah lebih baik.

- Adv -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.