Dissos : BRI Tidak Boleh Pengadaan Beras dan Telur BPNT

2911
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Bank Rakyat Indonesia Cabang Selong bersama jajarannya tidak diperbolehkan untuk melakukan pengadaan barang bahan baku Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) seperti Beras dan Telur.

“Tugas BRI hanya mendistribusikan kartu KKS dan penyaluran dana,” tegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Lotim, Lalu Dami Ahyani saat dikonfirmasi Lombokita.com.

Ia menjelaskan yang menyediakan beras maupun telur tersebut adalah E-Waroeng. Dirinya juga akan menegur pihak BRI jika terbukti melakukan pengadaan bahan baku nontunai itu.

Terpisah, Kepala Bidang Linjam KTKPM dan OT Dinas Sosial Lotim, H. Rifaan menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk BRI mengenai masalah penyaluran BPNT dalam bentuk beras dan telur.

Sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Sosial, katanya, bantuan itu harus menggunakan dan memanfaatkan E-Waroeng yang ada di Lotim sebanyak 10 unit. Apalagi dalam program tersebut banyak diantara mereka yang menjadi agent Brilink, dengan memanfaatkan sehingga ini yang menjadi masalahnya.

Loading...

“Dalam aturan sudah jela E-Waroeng yang mengadakan beras dan telur untuk penerima BPNT tersebut,” tegas Rifaan.

Kemudian Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Ketua Dependa Gaspermindo) Prov. NTB, ‎Ada Suci Makbullah menegaskan, pada bulan pertama pendistribusian BPNT yakni bulan Oktober, pihak BRI Cabang Selong diduga terlihat langsung sebagai pihak mengadakan barang dan jasa dengan menggunakan Agent BRIlink yang diminta melalui Cabang dan Unit-Unit.

Padahal, kata Ada Suci Makbullah, dalam Perpres 63 Tahun 2017 Tentang Bantuan Non Tunai, Permensos No. 1 Tahun 2018 dan Juklak Juknis Penyaluran BPNT posisi secara hukum BRI sebagai salah satu HIMBARA, hanya posisi sebagai Prinsipal alat penyaluran dan penyediaan BPNT kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam bentuk transaksi keuangan, bukan sebagai pihak yang langsung menangani pengadaan Barang dan Jasa (Pengadaan Beras Dan Telur).

Begitu juga  dalam Juklak Juknis yang dikeluarkan oleh Kementerian sosial, Pemerintah meminta supaya pihak yang mengadakan itu adalah Unit Usaha Mikro, Dolog, BUMDes, Gapoktan dan Usaha lainnya.

” Kami melihat  BRI melalui cabang,unit dan Agent ada indikasi dugaan memaksa untuk mengambil alih sampai tahap pengadaan barang dan jasanya, maka jelas apa yang dilakukan oleh pihak BRI ini telah menyalahi dan melanggar aturan tersebut, ” tegas Suci.

Oleh karena itu, lanjut Suci, pihaknya berharap agar pihak BRI tidak menjadikan BPNT ini sebagai ajang bisnis untuk mengeruk keuntungan oknum di BRI. Karena beberapa temuan juga kami melihat Beras dan Telur yang di salurkan melalui Agent BRILink beras dengan kualitas Medium, yang harga di kisaran Rp 8000.

Sementara BPNT Rp 110.000/KK itu harusnya Keluarga Penerima Manfaat Mendapatkan Beras dengan kualitas Premium.‎

Oleh karena itu, pihak BRI harus tahu memposisikan diri berdasarkan regulasi penyaluran BPNT ini, tidak sampai masuk keranah tehnis pengadaan barang dan jasa.

Gaspermindo  berharap semua pihak untuk terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran bantuan ini, termasuk pihak Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sehingga Masyarakat benar-benar menerima BPNT sesuai kualitas yang bagus.

“Kami dari beberapa Organisasi Serikat Pekerja dan Buruh yakni Gaspermindo, SPN dan KSPN akan melakukan dialog dengan pihak BRI Cabang Selong untuk menjelaskan semua ini, sehingga kita tahu apa dasar hukum BRI sampai bisa langsung mengeksekusi pengadaan barang dan jasa,” jelas Aktivis pergerakan ini.

Ketua Gaspermindo NTB ini juga menambahkan ‎Untuk Lotim  jumlah penerima BPNT sebesar 136.000 orang dengan 1 Kepala Keluarga (KK) mendpatkan Rp 110.000 dengan rincian 6 Kilo Beras dan Satu Tre Telur atau sekitar 20 Butir telur.Sehingga  diperkirakan 1 kilo beras seharga 11 atau 10 ribu dengan kualitas premium.

Artinya dana yang masuk ke Lombok Timur dikisaran sebesar mencapai Rp 14,9 Milyar yang di salurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA), yakni BRI, BNI, BTN, Mandiri. Sedangkan di Lombok Timur BPNT ini disalurkan melalui BRI sebagai mitra kerjasama Kementerian Sosial.

Di tempat terpisah, Kepala BRI Cabang Selong,Tasurun saat dikonfirmasi dengan tegas membantah semua tudingan tersebut. BRI, katanya, hanya membagikan buku tabungan dan kartu KKS ke masyarakat. Sedangkan masyarakat mengambil beras dan atau telur ke E-Waroeng|agent Brilink, sedangkan agent Brilink beli beras dan telur dimana saja.

“Sama sekali tidak benar kalau BRI ikut terlibat dalam pengadaan tersebut, BRI hanya membagikan buku tabungan dan kartu KKS kepada masyarakat,” tandas Tasurun.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.