DKP NTB Dorong Petani Garam Bentuk Asosiasi

Ilustrasi produksi garam

LOMBOKita – Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat mendorong petani garam di Pulau Lombok dan Sumbawa untuk membentuk asosiasi sehingga memudahkan pemerintah melakukan pemberdayaan secara menyeluruh.

“Kami ingin ada asosiasi petani garam di NTB, seperti provinsi lain yang menjadi sentra garam,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB H Lalu Hamdi di Mataram, Minggu.

Ia menyebutkan jumlah petani garam yang terdata hingga akhir 2016 sebanyak 2.844 orang. Mereka tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.

Ribuan petani garam tersebut bergabung dalam kelompok pengembangan usaha garam rakyat (Pugar) yang terbentuk sejak 2011-2016 dengan jumlah sebanyak 629 kelompok.

Menurut Hamdi, perlunya membentuk asosiasi agar petani garam di NTB, bisa memiliki wadah yang mampu menyalurkan aspirasi, terutama mengenai masalah harga dan pemberdayaan yang dibutuhkan.

“Selama ini, masalah yang paling dihadapi petani garam adalah harga yang relatit rendah, yakni Rp200 hingga Rp500 per kilogram,” ujarnya.

Dengan adanya kelembagaan dalam bentuk asosiasi, lanjut dia, juga akan memperkuat keberadaan usaha garam rakyat sehingga bisa dilirik oleh lembaga perbankan.

Selain itu, bisa memudahkan para pihak di luar pemerintah yang ingin berkontribusi terhadap pengembangan industri garam di NTB, yang masih cukup potensial.


Berita Terkait:


Produksi garam rakyat yang dihasilkan oleh 2.844 petani belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, terutama untuk kalangan industri.

DKP NTB mencatat produksi garam pada 2015 mencapai 178.605 ton. Namun, angka tersebut menurun menjadi 24.307 ton pada 2016 akibat anomali cuaca.

Luas lahan produksi garam yang sudah termanfaatkan hanya 2.348 hektare atau sebesar 24 persen dari total luas lahan potensial usaha garam yang mencapai 9.789 hektare di Pulau Lombok dan Sumbawa.

“Jadi asosiasi perlu sekali untuk dibentuk. Lembaga itu juga bisa menjadi mitra pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi garam rakyat. Sama dengan Asosiasi Petani Tembakau Lombok,” katanya. ant

Komentar Anda