DPRD Lotim Cium Aroma “Main Uang” Pengangkatan Tenaga Honorer

1496
kali tampilan.

LOMBOKita – Kalangan anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur mencium ada aroma “permainan” uang dibalik pengangkatan tenaga honorer di daerah ini.

“Kami mencium ada oroma permainan uang oknum yang tidak bertanggungjawab dibalik pengangkatan tenaga honorer di Lotim,” tegas Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori kepada wartawan di kantornya.

Politisi Golkar ini juga mengaku memiliki data mengenai masalah tersebut, sehingga akan menguak kasus itu untuk mengetahui siapa yang bemain dibalik pengangkatan tenaga honorer daerah tersebut.

Pihaknya menunggu SK tenaga honorer keluar semuanya dari pemerintah daerah. Jika ada tenaga honorer lama tidak diakomodir atau tidak masuk dalam SK Bupati tersebut, maka Daeng Paelori akan membuka seluruhnya untuk diketahui seluruh masyarakat di daerah ini.

Loading...

“Kalau ada diantara tenaga honor yang lama tidak diakomodir, maka kami akan buka-bukaan dengan membentuk Pansus tenaga honorer,” tandasnya.

Daeng Paelori menilai, tenaga honor yang paling banyak bermasalah terdapat di Dinas Kesehatan. Sedangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) tidak ada masalah.

Namun begitu, dia mengaku sangat miris melihat ketika ada tenaga honor yang telah mengabdi selama 10 tahun namun setelah ada SK Bupati berubah menjadi dua tahun, sehingga menjadi persoalan.

Bahkan Bupati sendiri, kata Daeng, di hadapan pimpinan dewan mengatakan akan mengakomodir seluruh tenaga honorer daerah, tidak akan ada yang tercecer.

Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Lotim menandaskan yang diharapkan dari tenaga honda ini adalah adanya pengakuan dari pemerintah daerah terhadap mereka. Dengan mendapatkan secarik kertas SK Bupati dengan tidak mengharapkan untuk diangkat menjadi PNS.

” Pengakuan itu yang dibutuhkan oleh ribuan tenaga honda di Lotim yang telah lama mengabdi dengan mendapatkan SK Bupati,sehingga kita jangan menghilangkan haknya tenaga honda yang lama mengabdi,” ujarnya.

Loading...

1 KOMENTAR

  1. Betul sekali, sya saja bekerja di puskesmas dari th 2012,, hanya dihitung dari 2015… Dan banyak yang yg lain juga seperti itu…

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.